Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

JPMorgan Naikkan Proyeksi Harga Emas 2026 ke USD 6.300 per Ounce

Heri Sugiarto
Penulis: Heri Sugiarto❯

Analis JPMorgan memperbarui proyeksi harga emas, menaikkan target 2026 menjadi USD 6.300 per ounce seiring lonjakan permintaan bank sentral.(Foto ilustrasi: Gemini AI)
Analis JPMorgan memperbarui proyeksi harga emas, menaikkan target 2026 menjadi USD 6.300 per ounce seiring lonjakan permintaan bank sentral.(Foto ilustrasi: Gemini AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-JPMorgan menaikkan proyeksi harga emas akhir tahun 2026 menjadi USD 6.300 per ounce, didorong permintaan yang terus menguat dari bank sentral dan investor meski volatilitas pasar logam mulia meningkat.


Advertisement

Kenaikan ini disampaikan setelah emas dan perak mengalami penurunan tajam pada akhir pekan lalu akibat koreksi dari level yang dianggap terlalu tinggi dan penguatan dolar AS.

Latar Belakang Kenaikan Proyeksi

Dalam laporan terbarunya yang dikutip dari Investing pada Senin (2/2/2026), analis JPMorgan menyatakan momentum reli emas jangka panjang masih terjaga.

Mereka menegaskan tetap memiliki keyakinan kuat terhadap prospek emas dalam jangka menengah, seiring tren diversifikasi struktural yang dinilai terus berlanjut.

Analis mencatat bahwa, meskipun terjadi percepatan harga hingga level overextended pekan lalu, kondisi pasar secara luas tetap mendukung arah kenaikan.

Advertisement

“Momentum reli jangka panjang akan tetap utuh,” tulis tim analis yang dipimpin Gregory Shearer.

Permintaan Bank Sentral Jadi Penggerak Utama

Bank sentral menjadi faktor paling menentukan kenaikan proyeksi. Pada kuartal IV tahun lalu, pembelian emas bank sentral mencapai sekitar 230 ton, sehingga total pembelian tahun 2025 mencapai sekitar 863 ton, bahkan ketika harga melampaui USD 4.000 per ounce.

JPMorgan kini memperkirakan permintaan bank sentral pada 2026 berada di kisaran 800 ton, mencerminkan proses diversifikasi cadangan valuta yang disebut masih jauh dari selesai.

Permintaan yang kuat ini dianggap cukup untuk mempertahankan pasar yang terus mengetat.

Arus Investor Ikut Menguat

Selain bank sentral, JPMorgan juga mencatat percepatan arus masuk investor ke emas.

Advertisement

Kenaikan tersebut terlihat dari peningkatan kepemilikan ETF emas, tingginya permintaan fisik batangan dan koin, serta alokasi portofolio yang lebih besar sebagai lindung nilai terhadap risiko makro dan geopolitik.

Menurut JPMorgan, permintaan investor kini melampaui ekspektasi sebelumnya.

“Kami memperkirakan cukup banyak permintaan bank sentral dan investor tahun ini untuk mendorong harga emas mencapai USD 6.300 per ounce pada akhir 2026,” tulis tim analis dalam laporannya.

Apakah Harga Emas Sudah Terlalu Tinggi?

JPMorgan mengakui kenaikan cepat harga emas menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan reli.

Tapi, analisis mereka menunjukkan permintaan masih berada jauh di atas ambang yang dibutuhkan untuk menjaga pengetatan pasar.

“Meskipun semakin menipis ruang saat harga emas naik lebih tinggi, kami belum berada pada titik di mana reli struktural emas berisiko runtuh,” tulis para analis.

Proyeksi Silver Lebih Hati-Hati

Berbeda dengan pandangan bullish terhadap emas, JPMorgan bersikap lebih berhati-hati terhadap silver setelah lonjakan tajam dan koreksi berikutnya.

Tanpa dukungan bank sentral sebagai pembeli utama, analis menilai silver berpotensi mengalami tekanan lebih dalam dalam jangka pendek dibandingkan emas.

Meski demikian, mereka memperkirakan kisaran harga dasar silver berada di USD 75–80 per ounce, dan tidak akan sepenuhnya mundur dari kenaikan yang terjadi selama reli mengejar emas.

Dalam jangka panjang, harga yang lebih tinggi diperkirakan dapat mengubah fundamental pasar silver dan perlahan mengurangi defisit yang menjadi pemicu lonjakan harga sebelumnya.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Emas Stabil, Investor Tunggu Data Payrolls AS

Harga Emas Stabil, Investor Tunggu Data Payrolls AS

Harga emas stabil di US$4.468,27 per ounce. Investor menunggu data payrolls AS untuk melihat arah kebijakan suku bunga The Fed.

Emas Rebound 1%, Dolar Melemah Usai Yen Jepang Menguat, Pasar Tunggu Sinyal Fed

Emas Rebound 1%, Dolar Melemah Usai Yen Jepang Menguat, Pasar Tunggu Sinyal Fed

Harga emas rebound 1% setelah tiga sesi turun. Dolar melemah usai yen menguat, sementara pasar menanti sinyal suku bunga The Fed.

Harga Emas Tertekan, Yield Treasury AS Tembus Level Tertinggi Sejak 2007

Harga Emas Tertekan, Yield Treasury AS Tembus Level Tertinggi Sejak 2007

Harga emas turun 1,5% ke US$4.351 akibat aksi jual Treasury AS dan kenaikan minyak. Pasar menanti risalah The Fed Juli.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer