Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Turun 0,8% Jelang Rilis Data Ekonomi AS, Pasar Logam Mulia Berfluktuasi

Heri Sugiarto
Penulis: Heri Sugiarto❯

Kondisi pasar logam mulia  menunjukkan harga emas turun sebesar 0,8 persen. Para investor cenderung berhati-hati dan menunggu rilis data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat.(Foto ilustrasi AI)
Kondisi pasar logam mulia menunjukkan harga emas turun sebesar 0,8 persen. Para investor cenderung berhati-hati dan menunggu rilis data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat.(Foto ilustrasi AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas dunia turun pada awal perdagangan Asia, Selasa (10/2/2026), setelah reli kuat pada sesi sebelumnya. Penurunan terjadi menjelang rilis serangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS) pekan ini yang berpotensi memengaruhi arah suku bunga.


Advertisement

Pada perdagangan spot, harga emas turun 0,8% menjadi $5.016,28 per ons, sementara emas berjangka April turun 0,8% ke $5.041,60 per ons. Pergerakan ini terjadi ketika pasar menunggu data tenaga kerja dan inflasi AS yang dinilai menjadi penentu kebijakan moneter Federal Reserve.

Harga Emas Melemah Jelang Data Ekonomi AS

Dikutip dari Investing, penurunan harga emas terjadi di tengah kehati-hatian pasar menjelang rilis data nonfarm payrolls Januari pada Rabu (11/2/2026), dan data inflasi indeks harga konsumen (CPI) pada Jumat (13/2/2026). Kedua indikator tersebut menjadi pertimbangan utama Federal Reserve dalam menentukan arah suku bunga.

Selain emas, logam mulia lainnya juga mencatat penurunan. Harga perak spot turun 2,4% menjadi $81,2945 per ons, sedangkan platinum spot melemah 2% ke $2.081,71 per ons. Pergerakan ini terjadi meskipun dolar AS sempat melemah semalam sebelum kembali menguat tipis pada sesi Asia.

Volatilitas Pasar Dipicu Ketidakpastian Kebijakan The Fed

Pasar logam mulia mengalami fluktuasi tajam dalam sepekan terakhir. Kondisi ini dipicu aksi ambil untung serta posisi pasar yang dinilai terlalu panas setelah harga sebelumnya mencapai rekor tinggi.

Ketidakpastian kebijakan moneter juga meningkat menjelang potensi perubahan kepemimpinan Federal Reserve. Presiden AS Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai ketua The Fed berikutnya menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada Mei.

Advertisement

Warsh dipandang sebagai kandidat yang kurang dovish. Nominasi tersebut sempat memicu tekanan besar di pasar logam. Harga emas turun dari rekor mendekati $5.600 per ons, sementara perak merosot dari level di atas $120 per ons dan belum sepenuhnya pulih.(*)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Menguat Setelah Anjlok 3 Persen, Ketegangan Timur Tengah dan The Fed Jadi Sorotan

Harga Emas Dunia Menguat Setelah Anjlok 3 Persen, Ketegangan Timur Tengah dan The Fed Jadi Sorotan

Harga emas dunia naik ke US$4.022 usai anjlok 3%. Pasar menanti data inflasi AS, kesaksian Ketua The Fed, dan perkembangan Timur Tengah.

Harga Emas Stabil, Investor Tunggu Data Payrolls AS

Harga Emas Stabil, Investor Tunggu Data Payrolls AS

Harga emas stabil di US$4.468,27 per ounce. Investor menunggu data payrolls AS untuk melihat arah kebijakan suku bunga The Fed.

Emas Rebound 1%, Dolar Melemah Usai Yen Jepang Menguat, Pasar Tunggu Sinyal Fed

Emas Rebound 1%, Dolar Melemah Usai Yen Jepang Menguat, Pasar Tunggu Sinyal Fed

Harga emas rebound 1% setelah tiga sesi turun. Dolar melemah usai yen menguat, sementara pasar menanti sinyal suku bunga The Fed.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer