Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Sawit di Pasaman Barat Turun Jadi Rp2.900 per Kilogram

Shintia Febriani
Penulis: Shintia Febriani❯

Advertisement

Aktivitas memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di lokasi pembelian sawit di Simpang Empat, Pasaman Barat, Kamis (8/10/2026). (Shintia Febriani)
Aktivitas memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di lokasi pembelian sawit di Simpang Empat, Pasaman Barat, Kamis (8/10/2026). (Shintia Febriani)

PADEK.JAWAPOS.COM — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pembelian di Simpang Empat, Pasaman Barat, turun menjadi Rp2.900 per kilogram. Harga tersebut turun Rp20 dari sebelumnya Rp2.920 per kilogram.

Penurunan harga mengikuti perubahan harga dari pabrik yang menjadi acuan pembelian sawit dari petani. Perubahan tersebut juga memengaruhi nilai jual hasil panen yang diterima petani.

Advertisement

Andi (26), admin pembelian sawit, mengatakan harga dari pabrik dapat berubah setiap hari sehingga harga pembelian di tempatnya turut menyesuaikan.

“Kalau harga dari pabrik berubah, harga pembelian di sini juga ikut menyesuaikan,” kata Andi.

Harga Sawit Pasaman Barat Turun dari Rp3.100

Advertisement

Harga sawit di Pasaman Barat pada bulan lalu masih berada di kisaran Rp3.100 per kilogram. Kini, harga tersebut turun menjadi Rp2.900 per kilogram atau berkurang Rp200 per kilogram dibandingkan kisaran harga bulan lalu.

Perubahan harga membuat nilai penjualan hasil panen petani ikut menyesuaikan. Petani menerima pembayaran berdasarkan harga yang berlaku ketika mereka menjual TBS.

Rian (35), salah seorang petani sawit, mengatakan penurunan harga berdampak pada hasil penjualan panennya.

“Sekarang harganya memang turun, jadi hasil yang diterima dari penjualan sawit juga ikut berkurang,” ujarnya.

Pembelian Sawit Capai 30 Ton Sehari

Di lokasi pembelian, jumlah sawit yang masuk dari petani biasanya mencapai sekitar 15 ton per hari. Namun, pada hari tertentu, volume pembelian dapat meningkat menjadi 25 hingga 30 ton, bergantung pada jumlah sawit yang dibawa petani.

Andi mengatakan pemasukan sawit dari petani saat ini mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Kondisi tersebut terlihat dari jumlah TBS yang masuk ke lokasi pembelian setiap hari.

Meski begitu, aktivitas pembelian sawit tetap berlangsung setiap hari. Volume sawit yang masuk tidak selalu sama karena dipengaruhi hasil panen petani dan perubahan harga yang berlaku di pabrik.

Pergerakan harga menjadi salah satu hal yang diperhatikan petani saat menjual hasil panen. Ketika harga turun, nilai penjualan yang diterima petani juga berkurang, bergantung pada jumlah TBS yang mereka jual.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga TBS Sawit di Solok Selatan Turun Rp150 per Kilogram, Mutu Buah Jadi Penentu

Harga TBS Sawit di Solok Selatan Turun Rp150 per Kilogram, Mutu Buah Jadi Penentu

Harga TBS sawit Solok Selatan turun menjadi Rp3.100 per kilogram, sementara mutu CPO dan kematangan buah memengaruhi harga petani.

Bupati Dharmasraya Annisa Raih SIEXPO Award 2026, Ini Alasannya

Bupati Dharmasraya Annisa Raih SIEXPO Award 2026, Ini Alasannya

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani meraih SIEXPO Award 2026 karena dinilai berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga s

Annisa Adukan Harga TBS Sawit ke Mentan, Amran Janji Surati Perusahaan

Annisa Adukan Harga TBS Sawit ke Mentan, Amran Janji Surati Perusahaan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman akan menindaklanjuti persoalan harga TBS sawit Dharmasraya setelah menerima aspirasi yang disampaikan Bupati Annisa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer