Tidak hanya sekadar tempat belanja, outlet ini diproyeksikan sebagai motor penggerak agar produk UMKM Maninjau mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional.
Peresmian outlet tersebut dilakukan Ketua DPRD Agam, Ilham, Sabtu (13/9). Acara ditandai dengan pengguntingan pita dan doa bersama, yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta para pelaku UMKM.
Ilham menegaskan pentingnya keberadaan outlet oleh-oleh sebagai wajah baru ekonomi kreatif kawasan Danau Maninjau. ”Produk lokal tidak cukup hanya diolah, tapi juga harus dikemas, dipasarkan, dan dipromosikan dengan serius. Kehadiran Uni Lina adalah langkah awal menuju peningkatan daya saing UMKM,” ujarnya.
Pemilik outlet, Robi Azhari, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terwujudnya Uni Lina. Ia menegaskan bahwa toko oleh-oleh ini bukan hanya ruang jual beli, tetapi juga sarana mempertemukan karya terbaik UMKM Danau Maninjau dengan wisatawan.
Hal senada juga diungkapkan Nelti, pemilik UMKM Laura Pulau Harapan. Menurutnya, pemasaran menjadi tantangan terbesar pelaku usaha. ”Dengan adanya outlet, produk kami lebih mudah dikenal, bahkan punya peluang lebih besar untuk menembus pasar digital,” katanya.
Outlet Uni Lina menghadirkan beragam produk unggulan, mulai dari olahan ikan, kopi khas Maninjau, makanan ringan, hingga kerajinan tangan. Seluruh produk terjamin kualitasnya, memiliki izin edar, dan bersertifikat halal.
Kehadiran outlet ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan omzet UMKM, penguatan brand lokal, hingga pengembangan wisata berbasis ekonomi kreatif. Dukungan tokoh masyarakat, niniak mamak, bundo kanduang, hingga generasi muda semakin memperkuat langkah tersebut. (*)
Editor : Eri Mardinal