Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Gula Indonesia (APGI) Pieko Njoto Setiadi menjelaskan bahwa terus berupaya untuk memenuhi permintaan penyerapan gula domestik.
”Pemerintah melalui Danantara dan ID Food sudah menyerap tuntas 62 ribu ton gula milik petani. Lalu, kami dari APGI menyerap 22 ribu ton,” jelasnya kemarin (15/10).
Dia menegaskan bahwa perusahaan cukup antusias dalam membeli pasokan dalam negeri. Bahkan, setelah penyerapan gula petani, para pengusaha gula kembali menyerap sekitar 60 ribu ton gula dari persediaan domestik. ”Penyerapan terakhir ini sudah selesai minggu lalu. Dengan ini, tugas kami sudah tuntas,” paparnya.
Dia menjelaskan bahwa perusahaan gula tidak pernah keberatan dalam menyerap gula milik petani tebu atau suplai domestik lainnya. Namun, dia meminta HET dipertahankan. Sehingga, mereka tidak terjebak pada harga spekulatif yang memberatkan penjualan di level akhir.
”Selama ini, harga menjadi salah satu tantangan kami. Kalau itu teratasi saya rasa tidak ada lagi hambatan dalam menyerap gula domestik,” ujarnya. (*)
Editor : Eri Mardinal