Demikian disampaikan Deputy Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat, Andi Setyo Biwado pada pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Kantor BI Sumbar Jalan Sudirman, Jumat (28/11).
Sementara itu, inflasi Sumbar Oktober 2025 mencapai 4,52% (yoy), melampaui inflasi nasional 2,86% dan sasaran nasional.
”Tekanan terutama berasal dari kelompok pangan bergejolak akibat pasokan dan cuaca. Penguatan koordinasi produksi, distribusi, dan stabilisasi harga menjadi kunci pengendalian inflasi ke depan,” ujarnya.
Dalam konteks pembiayaan, kehati-hatian masyarakat mulai terlihat. Pertumbuhan kredit melambat, mencerminkan kewaspadaan pelaku usaha dan rumah tangga di tengah ketidakpastian ekonomi.
Sementara, Dana Pihak Ketiga (DPK) tetap stabil, menunjukkan preferensi masyarakat untuk menahan konsumsi dan memperkuat tabungan. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa meskipun kondisi fundamental terjaga, sentimen pelaku ekonomi masih memerlukan pemulihan sejalan dengan upaya menjaga stabilitas harga dan memperkuat prospek pertumbuhan daerah.
”Ke depan terdapat optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat, didorong oleh kinerja industri pengolahan terutama dari subsektorhilirisasi CPO. Ekspor CPO meningkat signifikan secara tahunan, menunjukkan potensi besar penguatan agroindustri,” ucapnya.
Di sisi lain, sektor pertanian mengalami perlambatan akibat penurunan produktivitas tanaman pangan dan dampak cuaca ekstrem, yang juga memicu tekanan inflasi pangan. Kondisi ini penting untuk menjadi perhatian, mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi daerah serta menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagian besar masyarakat.
Untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi melalui berbagai program strategis, antara lain: Pengendalian Inflasi Pangan Melalui Gerakan Pangan Murah, fasilitasi distribusi, dan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan pendekatan pentahelix, guna menjaga daya beli masyarakat.
Selain itu, Digitalisasi Sistem Pembayaran. Perluasan QRIS terus menunjukkan capaian positif. Hingga Oktober 2025, pengguna QRIS mencapai 949.441 dan merchant QRIS 674.273, dengan nilai transaksi Rp 5,15 triliun. Kemudian, penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif.
Melalui program onboarding, businessmatching, dan event Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) 2025, tercapai penjualan UMKM sebesar Rp 10,62 miliar, akses pembiayaan Rp 5,78 miliar, dan business matching ekspor Rp 13,37 miliar.
Pada kesempatan ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat juga memberikan apresiasi kepada para mitra strategis dari pemerintahan, instansi vertikal, perbankan, korporasi, dan lembaga lainnyaatas kerja sama, sinergi, dan dukungan yang telah diberikan dalam melaksanakan tugas-tugas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat. (*)
Editor : Eri Mardinal