Total aset tercatat Rp72,81 miliar, pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp56,95 miliar, simpanan pihak ketiga yang dihimpun Rp41,37 miliar, serta laba bersih usaha mencapai Rp1,20 miliar atau tumbuh 19,55 persen secara year on year.
Laporan: Two Efly, Taeh Baruah
Banyak strategi yang dapat dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja laba, tentunya tidak terlepas dari kondisi yang dihadapi.
Ada yang berfokus pada ekspansi pembiayaan dan ada pula yang memilih menjaga kualitas aktiva serta pengendalian biaya.
Pada tahun 2025, PT BPRS Taeh Baruah lebih mengoptimalkan efisiensi. Selain berupaya memaksimalkan pembiayaan, pengendalian beban juga dilakukan agar kinerja laba dapat tumbuh optimal.
“Ya, tahun 2025 kondisinya beda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025 permintaan pembiayaan menurun, sedangkan penyaluran pembiayaan sindikasi sudah maksimal sesuai porsi yang telah ditetapkan. Menghadapi kondisi tersebut, maka manajemen beserta bagian marketing berupaya lebih memaksimalkan peningkatan dana pihak ketiga dan mengurangi pemakaian dana pihak kedua untuk efisiensi. Alhamdulillah strategi itu berhasil. Total aset tercatat Rp72,81 miliar, pembiayaan yang disalurkan Rp56,95 miliar, pendanaan yang dihimpun Rp41,37 miliar, dan laba bersih usaha tercatat Rp1,20 miliar atau tumbuh 19,55 persen secara year on year. Sementara itu, dengan dilakukannya efisiensi biaya sehingga BOPO dapat kita turunkan, walaupun di sisi kualitas aktiva produktif memang terjadi peningkatan NPF,” ujar Direktur Utama PT BPRS Taeh Baruah, Putra Edison, yang didampingi Direktur Rizka Hasan kepada Padang Ekspres, kemarin.
Menurut Putra Edison, terjaganya kinerja usaha, khususnya outstanding pembiayaan, dana pihak ketiga, dan laba selama tahun 2025, tidak terlepas dari optimalnya pelaksanaan rencana kerja yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank.
Sejumlah langkah strategis berhasil diaplikasikan di lapangan sehingga berdampak signifikan terhadap pembiayaan dan pendapatan, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan laba bersih tahun berjalan.
Aset dan Pendanaan
Berdasarkan hasil audit per 31 Desember 2025, total aset PT BPRS Taeh Baruah tercatat sebesar Rp72,81 miliar. Aset tersebut didominasi oleh pembiayaan sebesar Rp56,95 miliar dan pendanaan sebesar Rp41,37 miliar.
Dari tiga produk penghimpun dana, hanya Tabungan Wadiah yang sedikit menurun selama tahun 2025 dengan total Rp1,51 miliar. Sementara itu, simpanan Mudharabah mengalami pertumbuhan.
Total tabungan Mudharabah yang berhasil dihimpun tercatat Rp25,91 miliar atau tumbuh 13,94 persen secara year on year. Adapun deposito Mudharabah terhimpun sebesar Rp13,95 miliar atau tumbuh 11,83 persen secara year on year.
Pembiayaan dan Pendapatan
Pembiayaan yang disalurkan PT BPRS Taeh Baruah pada tahun 2025 tercatat Rp56,95 miliar. Pembiayaan tersebut terdiri atas piutang Murabahah sebesar Rp49,93 miliar, piutang multijasa Rp539 juta, dan pembiayaan sewa Rp36 juta.
Sementara itu, pembiayaan bagi hasil juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pembiayaan Mudharabah pada tahun 2025 tercatat Rp1,80 miliar, sedangkan pada tahun sebelumnya pembiayaan ini belum terealisasi.
Sedangkan pembiayaan Musyarakah mencapai Rp3,94 miliar dan tumbuh signifikan yaitu Rp2,7 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja yang lebih baik juga terlihat dari sisi pendapatan dan pengendalian beban. Pendapatan dari penyaluran dana sepanjang tahun 2025 tercatat Rp8,76 miliar atau tumbuh 17,34 persen secara year on year.
Di sisi lain, beban operasional relatif terjaga. Beban operasional selama tahun 2025 tercatat Rp6,09 miliar.
“Alhamdulillah, pertumbuhan pendapatan kita jauh berada di atas pertumbuhan beban operasional. Inilah yang bermuara pada peningkatan laba. Laba bersih usaha yang dibukukan selama tahun 2025 tercatat Rp1,20 miliar atau tumbuh 19,55 persen secara year on year dan juga melampaui target yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank,” ujar Putra Edison.
Berdasarkan data yang dihimpun Padang Ekspres, PT BPRS Taeh Baruah merupakan salah satu BPR yang bermigrasi dari sistem konvensional ke sistem syariah tiga tahun lalu.
Pascakonversi, perseroan memang memerlukan penyesuaian kinerja. Namun proses adaptasi tersebut tidak berlangsung lama. Setahun setelah konversi, BPRS Taeh Baruah mampu mencatatkan laba dan hingga tahun 2025 besaran aset, pembiayaan, serta laba bersih usaha terus mengalami peningkatan.
Pada tahun 2025 PT BPRS Taeh Baruah berhasil mendapat dua penghargaan. Pertama, BPR Syariah Award 2025 sebagai BPR Syariah terbaik peringkat ke-3 secara nasional untuk BPRS beraset di bawah Rp75 miliar dari Karim Consulting Indonesia. Kedua, BPR Syariah berkinerja terbaik ke-3 secara nasional untuk kategori BPR Syariah beraset Rp50 miliar sampai Rp100 miliar dari Majalah Infobank.
“Kami atas nama manajemen mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan bermitra dengan PT BPRS Taeh Baruah. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus ditingkatkan pada tahun 2026 dan BPRS Taeh Baruah dapat tumbuh lebih baik lagi di masa yang akan datang,” tutup Putra Edison.(***)
Editor : Hendra Efison