Produk ini diproduksi oleh unit Bisnis Non Semen & Produk Turunan sebagai bagian strategi diversifikasi usaha di tengah persaingan industri semen.
Pelepasan produk dilakukan oleh Direktur Keuangan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, yang menegaskan bahwa pengembangan bisnis non semen menjadi sumber pertumbuhan baru perusahaan.
“Ini membuktikan PT Semen Padang tidak lagi bergantung pada bisnis inti semen. Kami terus mengembangkan bisnis non semen sebagai sumber pertumbuhan baru,” ujar Iskandar.
Penguatan Diversifikasi Bisnis
Langkah ini dilakukan di tengah tekanan industri semen nasional yang menghadapi kelebihan pasokan dan kompetisi harga.
PT Semen Padang memperkuat sektor non semen melalui layanan fabrikasi konstruksi serta produk turunan seperti basal, split basal, binder clay, calcium carbonate, dan Sepablock.
Unit Bisnis Non Semen & Produk Turunan kini berperan sebagai motor pertumbuhan baru perusahaan. Kompetensi yang dibangun selama puluhan tahun menjadi dasar untuk bersaing di sektor industri yang lebih luas.
“Kompetensi yang kami bangun selama puluhan tahun menjadi modal untuk bersaing. Transformasi ini adalah keniscayaan,” tambah Iskandar.
Kapasitas Produksi Industri Berat
Shell Kiln Narogong 2 yang diproduksi memiliki nilai proyek Rp3,875 miliar dengan spesifikasi material DIN 16Mo3, ketebalan 28 mm, diameter 5.600 mm, terdiri dari tiga section dengan panjang total 9,3 meter dan bobot 36,14 ton.
Proses fabrikasi diselesaikan dalam waktu 19 hari sejak dimulai pada 6 Maret 2026, dengan target serah terima pada 28 April 2026.(*)