Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Erupsi Gunung Marapi dan Ancaman Cuaca Ekstrem, Warga Sumbar Diminta Waspada Jelang Tahun Baru

SR

WASPADA: Gunung Marapi tampak dari Kota Bukittinggi, Senin (29/12). Sehari sebelumnya gunung ini kembali mengalami erupsi. Warga saat ini diminta waspada.
WASPADA: Gunung Marapi tampak dari Kota Bukittinggi, Senin (29/12). Sehari sebelumnya gunung ini kembali mengalami erupsi. Warga saat ini diminta waspada.

PADEK.JAWAPOS.COM-Aktivitas erupsi Gunung Marapi yang masih berstatus Level II (Waspada) terjadi di tengah peringatan potensi cuaca ekstrem di Sumatera Barat (Sumbar) menjelang pergantian tahun.


Advertisement

Kombinasi erupsi gunung api dan intensitas hujan tinggi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, termasuk banjir lahar, banjir bandang, longsor, dan galodo di sejumlah wilayah rawan.

Gunung Marapi, yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar, kembali mengalami erupsi pada Minggu (28/12) pukul 23.33.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, menyampaikan bahwa erupsi tersebut terekam dengan parameter kegempaan yang jelas.

Advertisement

“Tercatat, erupsi terjadi pada Minggu (28/12) pukul 23.33. Tinggi kolom abu teramati mencapai 900 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 mm dan durasi sekitar 40 detik,” ujarnya, Senin (29/12).

Ahmad Rifandi menegaskan, hingga saat ini status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat untuk tidak memasuki area dalam radius tiga kilometer dari puncak kawah.

Advertisement

Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar perlu ditingkatkan, terutama pada musim hujan.

“Terutama pada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar,” tambahnya.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat terjadi hujan abu guna menghindari gangguan saluran pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Seluruh pihak diminta menjaga suasana kondusif dengan tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, serta Pemerintah Kota Padang Panjang dan Bukittinggi, diimbau terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk memperoleh informasi terbaru, sementara masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui kanal resmi Badan Geologi.

BMKG Keluarkan Peringatan

Pada saat yang sama, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Minangkabau mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di Sumbar menjelang malam pergantian tahun, khususnya pada 31 Desember.

Sebagian besar wilayah Sumbar diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas bervariasi karena masih berada pada puncak musim hujan.

Kepala BMKG Kelas II Minangkabau, Desrindra Deddy Kurnia, menyebutkan adanya status siaga cuaca di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, serta beberapa wilayah rawan lainnya.

“Sebagian besar wilayah Sumatera Barat berpotensi diguyur hujan, terutama pada 31 Desember. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” kata Desrindra, Senin (29/12).

Menurutnya, hujan lebat berpotensi memicu kejadian hidrometeorologi seperti banjir, longsor, hingga galodo, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak bencana.

Material lumpur yang masih menumpuk di sekitar aliran sungai berpotensi terbawa arus jika hujan ekstrem kembali terjadi.

“Kalau hujan dengan intensitas ekstrem, potensi banjir bandang atau galodo bisa terjadi, apalagi di daerah yang masih terdapat sisa material lumpur,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah atau berlibur agar memantau informasi cuaca terkini.

Kewaspadaan khusus diminta bagi warga yang berada di kawasan lereng gunung, daerah rawan longsor, bantaran sungai, serta wilayah pesisir.

Masyarakat juga diminta mempertimbangkan kembali aktivitas di luar rumah, terutama di kawasan rawan seperti aliran sungai, lereng terjal, dan lokasi wisata alam, mengingat sebagian besar objek wisata di Sumbar merupakan wisata alam yang membutuhkan kehati-hatian ekstra saat cuaca tidak bersahabat. (rna/yud)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rawan Longsor hingga Erupsi Marapi, Tanahdatar Perkuat Tim Reaksi Cepat

Rawan Longsor hingga Erupsi Marapi, Tanahdatar Perkuat Tim Reaksi Cepat

Pemkab Tanahdatar memperkuat kapasitas Tim Reaksi Cepat lintas OPD untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana alam dan nonalam.

Gunung Marapi Erupsi, Kolom Abu Setinggi 2.000 Meter Membubung ke Langit 

Gunung Marapi Erupsi, Kolom Abu Setinggi 2.000 Meter Membubung ke Langit 

Gunung Marapi erupsi pada Sabtu (30/5/2026) pukul 08.42 WIB dengan kolom abu mencapai 2.000 meter. Warga diminta menjauhi radius 3 kilometer.

Gunung Marapi Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Teramati 500 Meter

Gunung Marapi Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Teramati 500 Meter

Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Sabtu pagi dengan tinggi kolom abu mencapai 500 meter. PVMBG menetapkan status Level II Waspada.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer