Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dua Pekan Mereda, Gunung Marapi Tetap Berstatus Waspada

Rian Afdol • Rabu, 10 Desember 2025 | 13:28 WIB

WASWAS: Gunung Marapi tertutup Kabut akibat erupsi yang terjadi pada Selasa (2/12).
WASWAS: Gunung Marapi tertutup Kabut akibat erupsi yang terjadi pada Selasa (2/12).

PADEK.JAWAPOS.COM-Kendati aktivitas Gunung Marapi mereda dalam dua pekan terakhir, PVMBG terus imbau masyarakat untuk waspadai berbagai potensi bencana akibat dampak aktivitas Gunung Marapi.

Sejumlah potensi bencana tersebut mulai dari erupsi, lahar dingin terutama saat musim hujan, hingga hujan abu.  Imbauan ini dikeluarkan oleh PVMBG sejalan dengan hasil pemantauan Gunung Marapi periode 16 hingga 30 November.

Sampai saat ini, tingkat aktivitas gunung yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanahdatar ini masih berada pada level Level II (Waspada). 

“Secara instrumental, selama periode 16-30 November, terekam 7 gempa hembusan, 2 Tremor non-harmonik, satu gempa tornillo, 4 Gempa Vulkanik Dangkal, 18 gempa Vulkanik Dalam, 10 gempa Tektonik dangkal 28 kali Gempa Tektonik Jauh. Tremor Menerus terekam dengan amplitudo 0,5-4 mm, dominan 1 mm,” sebut Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria melalui keterangan tertulisnya pada Selasa (9/12).

Kemudian untuk pengamatan secara visual terutama terkait tinggi kolom abu saat terjadi hembusan, acapkali tidak teramati karena kondisi gunung tertutup awan. 

“Kegempaan gunung Marapi secara umum cenderung menurun dan relatif rendah dalam dua pekan terakhir. Tidak ada gempa letusan, dan gempa vulkanik yang berasosiasi dengan suplai magma juga tergolong rendah. Data ini menunjukan penurunan pasokan fluida atau penurunan akumulasi tekanan di bagian dalam tubuh Gunung Marapi,” imbuhnya. 

Kendati terpantau mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir, namun ini masih bersifat fluktuatif dalam jangka panjang. Dengan adanya dinamika pasokan fluida atau magma dari kedalam maka kedepannya masih ada potensi terjadi erupsi. 

Lana Saria juga menyebutkan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi menyeluruh hingga 1 Desember 2025 tingkat aktivitas Gunung Marapi masih berada pada level II atau waspada.

“Kita merekomendasikan agar masyarakat tidak memasuki wilayah dengan radius tiga kilometer dari puncak kawah Verbeek. Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta untuk tetap mewaspadai potensi banjir lahar terutama di musim hujan,” sebutnya. 

Kemudian saat terjadi hujan abu, masyarakat diminta untuk mengunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari ISPA. 

“Seluruh pihak diminta untuk terus menjaga suasana kondusif dengan tidak mudah mempercayai dan meneruskan informasi yang belum terverifikasi,” sebutnya. 

Kemudian ia mengimbau Pemkab Agam dan Tanahdatar serta Pemko Padang Panjang dan Bukittinggi agar terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Marapi.

Kemudian masyarakat juga dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi di kanal resmi Badan Geologi. (rna)

Editor : Novitri Selvia
#status waspada #lana saria #gunung marapi #pvmbg #pemkab agam