Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kesetaraan akses pendidikan, tidak hanya bagi sekolah negeri tetapi juga swasta.
Menurutnya, bantuan seragam dan perlengkapan sekolah diharapkan dapat meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus menekan risiko anak putus sekolah.
”Melalui program ini, kami ingin memastikan setiap anak di Kota Bukittinggi mendapatkan layanan pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas,” ujar Ibnu Asis saat penyerahan secara simbolis bantuan seragam di SDIT Cahaya Hati, Rabu (4/2).
Ia menambahkan, dukungan perlengkapan sekolah juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa serta mendorong capaian prestasi di sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, menjelaskan program bantuan tersebut merupakan bagian dari implementasi visi dan misi pembangunan daerah bertajuk Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan, dan Berbudaya.
Ia merinci, pada tahun anggaran 2025 program ini telah menyasar 3.512 siswa SD dan SMP negeri maupun swasta di Kota Bukittinggi dengan total anggaran sekitar Rp 3,5 miliar.
”Pemko Bukittinggi berupaya memastikan setiap peserta didik memperoleh fasilitas pendidikan yang layak sesuai arah kebijakan pembangunan daerah,” katanya. (*)
Editor : Eri Mardinal