Disutradarai sekaligus diproduseri oleh Agustinus Sitorus, film ini menghadirkan deretan pemeran lintas generasi, di antaranya Dharty Manulang, Anneth Delliecia Nasution, Aldy Maldini Siregar, Cok Simbara, Joe P Project, dan Dominique Sanda.
Kisah film ini berfokus pada Bernard (Aldy Maldini Siregar), anak bungsu dalam keluarga Batak yang sejak awal dipersiapkan untuk mengikuti jejak tradisi keluarga menjadi pegawai negeri sipil (PNS) demi masa depan yang dianggap mapan. Namun, setelah menyelesaikan pendidikan kuliah, Bernard justru mengalami pergulatan batin yang mendalam.
Mimpi-mimpi tentang Nommensen, tokoh misionaris yang memiliki peran penting dalam sejarah Kekristenan di Tanah Batak, mengguncang keyakinan Bernard.
Ia mulai merasakan panggilan untuk menjadi seorang pendeta, sebuah pilihan hidup yang bertentangan dengan harapan keluarganya.
Keputusan tersebut memicu konflik besar, terutama dengan sang Mamak (Dharty Manulang), yang memegang teguh nilai tradisi dan ekspektasi keluarga.
Di tengah tekanan keluarga, Bernard juga harus menghadapi dilema cintanya dengan Anindita (Anneth Delliecia Nasution), sang kekasih, yang turut terimbas oleh pilihan hidup yang ia ambil.
Terjepit antara iman, cinta, dan kewajiban terhadap keluarga, Bernard dihadapkan pada keputusan penting yang akan menentukan arah hidupnya.
Film ini tidak hanya menyoroti konflik personal, tetapi juga menggambarkan benturan antara tradisi, panggilan spiritual, dan kebebasan memilih masa depan.
Dengan pendekatan emosional dan narasi yang dekat dengan realitas masyarakat, Antara Mama, Cinta, dan Surga: Bahasa Cinta Nommensen diharapkan menjadi tontonan reflektif yang menggugah penonton untuk memahami makna pilihan hidup, pengorbanan, dan cinta dalam keluarga. (*)
Editor : Adetio Purtama