Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jelang Puasa, Harga Ayam Potong di Dharmasraya Merangkak Naik di Pasar Tradisional

Zulfia Anita • Minggu, 8 Februari 2026 | 19:48 WIB

Harga ayam potong di Pasar Baru Pulau Punjung Dharmasraya naik jelang Ramadhan. Pedagang menyebut harga tembus Rp29 ribu per kilogram.
Harga ayam potong di Pasar Baru Pulau Punjung Dharmasraya naik jelang Ramadhan. Pedagang menyebut harga tembus Rp29 ribu per kilogram.
PADEK.JAWAPOS.COM—Harga ayam potong di Pasar Baru Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mengalami kenaikan pada perdagangan Minggu (8/2/2026).

Kenaikan tersebut terjadi menjelang bulan suci Ramadhan dan dirasakan langsung oleh pedagang serta pembeli di pasar tradisional itu.

Sejumlah lapak ayam potong mencatat harga jual yang lebih tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Kondisi ini memengaruhi pola belanja warga, terutama ibu rumah tangga yang rutin berbelanja kebutuhan harian.

Salah seorang pembeli, Rina (34), mengaku terkejut saat mengetahui harga ayam potong yang biasa ia beli mengalami kenaikan.

Ia menyebut sebelumnya membeli bagian paha ayam dengan harga lebih murah.

“Biasanya saya beli paha ayam saja beserta isi atau pakai hati dan ampela sekitar Rp20 ribu ukuran sedang. Sekarang sudah naik jadi Rp25 ribu, kosong tanpa hati dan ampela, dengan ukuran yang tidak jauh berbeda,” ujar Rina.

Meski demikian, Rina menyebut masih memaklumi kenaikan harga tersebut. Menurutnya, kondisi serupa kerap terjadi menjelang bulan puasa.

Baca Juga: Liverpool Tertekan, Manchester City Kejar Arsenal di Anfield

Kenaikan Harga Jelang Ramadan

Rina mengatakan kebutuhan rumah tangga membuat warga tetap membeli ayam potong meskipun harganya naik.

Ia menilai yang terpenting adalah ketersediaan barang di pasaran.

“Biasalah kalau mau bulan puasa harga-harga naik. Mau bagaimana lagi, karena kita butuh tetap kita beli. Yang penting barangnya ada,” katanya.

Ia juga menambahkan, kondisi paling dikhawatirkan warga adalah jika harga mahal disertai kelangkaan barang. Situasi tersebut dinilai lebih menyulitkan masyarakat.

Sementara itu, salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Baru Pulau Punjung, Ita, membenarkan adanya kenaikan harga yang cukup signifikan. Ia menyebut harga ayam dari pemasok sudah naik dalam beberapa hari terakhir.

“Biasanya per kilogram kami beli antara Rp20 ribu sampai Rp23 ribu. Sekarang sudah naik jadi Rp29 ribu per kilogram,” tutur Ita.

Pedagang Sebut Pelanggan Memahami

Ita menjelaskan, kenaikan harga tersebut tidak memicu keluhan berarti dari pelanggan. Menurutnya, pembeli memahami kondisi pasar yang kerap berubah menjelang Ramadan.

“Alhamdulillah pelanggan tidak ada yang komplain. Mereka cukup memahami dengan kenaikan harga ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, aktivitas jual beli masih berjalan normal meski harga ayam potong lebih tinggi. Pedagang berharap pasokan tetap lancar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Hingga Minggu siang, belum ada informasi resmi terkait stabilisasi harga atau langkah pengendalian dari pihak terkait. Namun, pedagang dan pembeli berharap harga kebutuhan pokok tidak kembali melonjak tajam menjelang Ramadan.

Kenaikan harga ayam potong di Pasar Baru Pulau Punjung menjadi salah satu indikator pergerakan harga pangan di tingkat pasar tradisional jelang bulan puasa. Kondisi ini terus dipantau oleh warga dan pedagang setempat.(ita)

Editor : Hendra Efison
#harga ayam Dharmasraya #ayam potong jelang Ramadan #Pasar Baru Pulau Punjung #harga ayam potong