Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hasil Lab MBG Tak Kunjung Diumumkan, Korban Dugaan Keracunan di Dharmasraya Capai 221 Orang

Zulfia Anita • Senin, 9 Februari 2026 | 12:23 WIB

Leli Arni
Leli Arni

PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Dharmasraya belum kunjung mengumumkan hasil tes laboratorium dari menu Makan Bergizi Gratis.

Padahal, sebagaiman telah diberitakan sebelumnya, lima hari lalu mencuat kasus keracunan di dua sekolah di Sungairumbai. Dugaan awalnya, keracunan menu MBG.

Demikian pula dengan data jumlah korban yang valid. Namun dari penelusuran Padang Ekspres, setidaknya korban mencapai 221 orang hingga Sabtu (7/2) lalu.

Rinciannya, siswa sebanyak 176 orang, ibu hamil delapan orang, lansia satu orang, ahli gizi SPPG satu orang, guru delapan orang, kader dua orang, balita delapan orang.

Ada juga keluarga ibu hamil sebanyak sembilan orang. Serta balita keluarga ibu hamil dua orang, keluarga balita empat orang, penjaga sekolah dan ibu menyusui masing-masing satu orang.

Sementara pasien yang masih di rawat sebanyak 29 orang, dengan rincian, 15 orang di rawat di klinik Nurjinis, tiga orang di klinik PMC dan 11 orang di RSUD Sungairumbai. Sedangkan yang rawat jalan atau susah pulang sebanyak 206 orang.

Menanggapi belum diumumkannya hasil laboratorium tersebut, salah seorang wali murid yang namanya enggan ditulis mempertanyakan sumber pasti dugaan keracunan.

“Kami hanya tahu anak kami muntah-muntah, mencret , kepala pusing dan dirawat. Setelah itu, tidak ada penjelasan apa pun. Situasi ini memunculkan pertanyaan apa iya ada uji sampel labor atau tidak pernah ada?” ucapnya.

Hal senada diungkapkan orang tua murid lainnya. Ia heran dengan belum adanya pernyataan resmi dari pihak Pemkab Dharmasraya. Terkhusus terhadap jumlah korban serta hasil uji laboratorium.

“Aneh, sikap Pemerintah Kabupaten Dharmasraya ini memunculkan kesan bahwa pemerintah daerah lebih memilih meredam isu ketimbang mengungkap fakta. Apa lagi korban sudah ratusan orang dan bungkam adalah bentuk kelalaian. Pemkab wajib hadir dengan data, bukan diam. Kami hanya ingin kepastian. Kalau memang dari makanan, katakan saja. Kalau bukan, jelaskan. Jangan dibiarkan menggantung seperti ini,” ucapnya kesal.

Hingga kemarin, belum ada pernyataan resmi jumlah korban yang valid dari pemkab setempat. Saat ditanyakan kepada beberapa orang pejabat terkait, tidak ada ayang mau memberikan pernyataan.

Seperti kepada Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Dharmasraya Jasman Rizal yang melemparkan ke Dinas Kesehatan.

Begitupun, Kepala RSUD Sungairumbai Sujito yang berjanji akan memberikan data tersebut sejak beberapa hari lalu, namun hingga berita ini ditulis tak kunjung merealisasikannya.

Saat Padang Ekspres mengkonfirmasi kepada Wakil Bupati Dharmasraya Leli Aeni, ia hanya menjawab, sesuai dengan arahan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, seluruh informasi yang terkait dengan MBG harus satu pintu.

“Pejabat yang di tunjuk untuk memberikan konfirmasi adalah Plt Sekkab Jasman Rizal,” ucap Leli. (ita)

Editor : Novitri Selvia
#Annisa Suci Ramadhani #Jasman Rizal #Mbg #keracunan mbg