Hasil panen diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan anggota sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Bibit ubi jalar dan cabai rawit yang ditanam berasal dari bantuan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Pertanian.
Panen Dilakukan Gotong Royong
Kegiatan panen berlangsung dengan semangat kebersamaan. Sejak sore hari, anggota KWT terlihat bergotong royong mencabut ubi jalar yang telah memasuki masa panen.
Hasilnya, umbi dengan kualitas baik berhasil dikumpulkan untuk dimanfaatkan oleh anggota kelompok.
Ketua KWT Jahe Merah, Zulfia Anita, mengatakan hasil panen kali ini difokuskan untuk kebutuhan internal anggota.
“Kami sepakat hasil panen ini diprioritaskan untuk kebutuhan anggota terlebih dahulu agar setiap keluarga memiliki cadangan pangan yang cukup,” ujarnya.
Pilih Komoditas Mudah Dikelola
Zulfia menjelaskan, ubi jalar dipilih karena mudah dibudidayakan, tahan terhadap berbagai kondisi cuaca, serta memiliki nilai gizi tinggi.
Selain itu, biaya perawatan relatif rendah sehingga cocok dikelola secara berkelompok.
Program penanaman ini menjadi bagian dari upaya KWT dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif.
Seluruh anggota terlibat aktif mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen dengan sistem kerja sama yang terstruktur.
Dukungan Pemerintah Jadi Motivasi
Zulfia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, pemerintah nagari, serta pihak terkait lainnya.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kegiatan pertanian kelompok.
Momentum panen ini juga dinilai mempererat hubungan antara pemerintah nagari dan masyarakat.
Apresiasi dari Wali Nagari
Wali Nagari Ampek Koto, Kecamatan Pulau Punjung, David Iskan, mengapresiasi kegiatan panen tersebut.
Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
“KWT merupakan program pemerintah untuk mendorong pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen untuk terus mendukung kegiatan kelompok tani melalui pembinaan dan fasilitasi.(*)
Editor : Hendra Efison