Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lapek Baru, Kuliner Warisan Solok Selatan yang Terancam Dilupakan Generasi Muda

Lara Putri Yulina
Penulis: Lara Putri Yulina❯
Jusnimar mengolah adonan lapek baru dengan mencampurkan tepung ketan, santan, dan bahan lainnya di Jorong Padang Air Dingin, Solok Selatan, Minggu (1/11/2026).
Jusnimar mengolah adonan lapek baru dengan mencampurkan tepung ketan, santan, dan bahan lainnya di Jorong Padang Air Dingin, Solok Selatan, Minggu (1/11/2026).

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM— Tidak banyak lagi warga yang masih mengetahui cara membuat lapek baru, kudapan tradisional berbahan tepung ketan yang diwariskan turun-temurun di Solok Selatan. Di tengah semakin jarangnya makanan ini dibuat, Jusnimar, 60, menjadi salah seorang warga yang masih mempertahankan resep warisan tersebut.

Warga Jorong Padang Air Dingin, Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan, itu masih membuat lapek baru menggunakan cara pengolahan yang dipelajarinya dari generasi terdahulu. Minggu (1/11/2026), sekitar pukul 10.00 WIB, ia kembali mengolah kudapan tradisional tersebut.

Bagi Jusnimar, lapek baru bukan sekadar makanan pengganjal perut. Ada kenangan masa kecil dan kebiasaan masyarakat yang melekat pada kudapan bercita rasa manis, bertekstur kenyal, serta memiliki aroma khas daun pandan itu.

Advertisement

Ia mengaku sudah mengenal lapek baru sejak kecil. Namun, baru sekitar lima tahun terakhir dirinya mulai membuat makanan tersebut secara mandiri.

“Lapek baru ini sudah ada dari zaman dahulu, sejak saya masih kecil. Resepnya diwariskan dari nenek moyang,” ujarnya.

Resep Sederhana dengan Pengolahan Tradisional

Advertisement

Bahan utama lapek baru cukup sederhana. Jusnimar menggunakan tepung ketan yang ditumbuk, kelapa, dan daun pandan. Bahan tersebut kemudian diolah bersama santan, gula, garam, serta vanili.

Proses memasaknya masih menggunakan tungku kayu. Pertama, air dididihkan untuk mencampurkan tepung ketan hingga menjadi adonan. Jika membutuhkan tambahan cairan, ia menggunakan air panas yang telah disisihkan sebelumnya.

Adonan kemudian dicampur dengan santan dan air daun pandan, lalu ditambahkan gula, garam, serta vanili. Seluruh bahan diaduk hingga merata, mengental, dan matang.

Setelah itu, adonan dibungkus menggunakan daun sebelum dikukus hingga siap disajikan. Menurut Jusnimar, keseluruhan proses pembuatan membutuhkan waktu sekitar setengah jam.

Hasilnya berupa kudapan dengan rasa manis dan aroma pandan yang khas. Teksturnya kenyal sekaligus lembut ketika disantap.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Asam Durian Solok Selatan, Fermentasi Warisan Nenek Moyang yang Bertahan hingga Kini

Asam Durian Solok Selatan, Fermentasi Warisan Nenek Moyang yang Bertahan hingga Kini

Asam durian Solok Selatan merupakan kuliner fermentasi warisan nenek moyang yang diolah menjadi sambal, gulai, dan palai ikan oleh masyaraka

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer