Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asam Durian Solok Selatan, Fermentasi Warisan Nenek Moyang yang Bertahan hingga Kini

Lara Putri Yulina
Penulis: Lara Putri Yulina❯
Asam durian yang telah difermentasi dan disimpan dalam toples untuk digunakan sebagai bahan berbagai masakan tradisional masyarakat Solok Selatan. (Foto: Lara Putri/Padek)
Asam durian yang telah difermentasi dan disimpan dalam toples untuk digunakan sebagai bahan berbagai masakan tradisional masyarakat Solok Selatan. (Foto: Lara Putri/Padek)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM — Buah durian yang tak habis dimakan saat musim panen bisa berubah menjadi bahan masakan bercita rasa asam, gurih, dan khas. Di Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, olahan fermentasi bernama asam durian ini masih dibuat warga untuk memenuhi kebutuhan dapur hingga dijual.

Yernawati, 47, warga Jorong Padang Air Dingin, mengenal asam durian sejak kecil. Ia mempelajari kebiasaan mengolah daging buah durian tersebut dari keluarganya. Bahkan, tradisi itu sudah berlangsung sejak generasi ibunya.

“Memang dari nenek moyang dulu. Ibu saya masih hidup, asam durian ini sudah ada,” ujar Yernawati, Kamis (29/10/2026).

Advertisement

Bagi masyarakat setempat, asam durian menjadi salah satu cara memanfaatkan buah durian agar bisa diolah menjadi hidangan dengan cita rasa berbeda. Daging buah yang telah difermentasi dapat digunakan untuk membuat sambal, gulai, hingga palai ikan.

Yernawati mengatakan, berbagai jenis durian bisa dijadikan bahan baku. Ia biasanya memilih buah yang kurang enak dimakan langsung atau memiliki bagian rusak, sementara durian berkualitas baik lebih diprioritaskan untuk dijual.

Meski begitu, kualitas buah tetap memengaruhi hasil akhirnya. Menurut Yernawati, durian yang bagus akan menghasilkan asam durian dengan rasa lebih enak.

Advertisement

Seminggu Fermentasi, Bisa Disimpan hingga Setahun

Proses pembuatan asam durian relatif sederhana. Daging buah dipisahkan dari bijinya, kemudian dimasukkan ke dalam toples dan ditutup rapat untuk menjalani fermentasi.

Sekitar satu minggu kemudian, asam durian sudah dapat digunakan sebagai bahan masakan. Semakin lama fermentasi berlangsung, rasa asamnya akan semakin kuat.

Untuk penyimpanan jangka panjang, Yernawati menggunakan wadah tertutup yang disimpan di dalam kulkas atau freezer. Berdasarkan pengalamannya, asam durian dapat bertahan hingga satu tahun jika disimpan dengan baik.

Namun, bagi masyarakat yang terbiasa mengolahnya, daya tarik asam durian tidak hanya terletak pada kemampuannya bertahan lama. Aroma khas dan perpaduan rasa asam serta gurih menjadi karakter yang dicari ketika bahan tersebut diolah menjadi masakan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sungai Batang Sangir Meluap, Warga Solok Selatan Panen Ikan di Sawah dan Kebun

Sungai Batang Sangir Meluap, Warga Solok Selatan Panen Ikan di Sawah dan Kebun

Setelah Sungai Batang Sangir meluap, warga Solok Selatan menangkap ikan terjebak di sawah dan kebun menggunakan tangguak tradisional.

Jembatan Buluh Kasok Rusak Setahun, Janji Perbaikan Belum Terwujud

Jembatan Buluh Kasok Rusak Setahun, Janji Perbaikan Belum Terwujud

Jembatan Buluh Kasok Solok Selatan rusak setahun, lima leger patah, warga kesulitan membawa hasil panen dan menunggu perbaikan pemerintah.

Lapek Baru, Kuliner Warisan Solok Selatan yang Terancam Dilupakan Generasi Muda

Lapek Baru, Kuliner Warisan Solok Selatan yang Terancam Dilupakan Generasi Muda

Jusnimar, warga Solok Selatan, masih membuat lapek baru, kuliner tradisional berbahan ketan yang kini semakin jarang dikenal generasi muda.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer