Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pameran Tunggal Goenawan Mohamad, Singgung Kota "Kering" Agenda Seni

Admin Padek • Minggu, 4 Juni 2023 | 16:36 WIB
Photo
Photo

Direktur Artistik Orasis Art Space Ratna Odata mengenang, dirinya kali pertama mengenal Goenawan Mohamad atau GM pada sekitar 2012.


”Jujur, waktu itu saya grogi sekali menemui beliau, seorang tokoh hebat. Baru belakangan ini, saya merasa ’eh, ternyata Pak GM ini humble sekali’ ketika bertemu di Ubud beberapa waktu lalu.”


Begitu diungkapkan Ratna dalam pembukaan pameran tunggal Aistheta di Orasis Art Space, Sambikerep, kemarin (3/6). Pameran tersebut dihelat hingga 13 Agustus.


Dia kagum lantaran GM mengambil kelas litografi saat ditemui di Bali. Semangat itu dinilai menjadi kualitas langka, apalagi bagi seorang perupa yang sudah enam dekade berkarya.


Karena itu, Ratna gembira ketika akhirnya bisa mengundang GM –perupa di prioritas utama Orasis Art Space– untuk menyelenggarakan pameran di Surabaya.


Aistheta menjadi pameran tunggal perdana sang seniman di ibu kota Jawa Timur tersebut.


Dalam pergelaran itu, GM menampilkan sebagian karya baru dan lama –ada sebagian karya yang dibuat pada 2016, tetapi ada pula seri Potehi serta karya litografi yang baru lahir bulan lalu.


GM menilai, Surabaya merupakan kota yang ”kering” agenda seni. ”Buat kota besar, tanpa kegiatan seni itu terasa cemplang (hambar). Setidaknya kegiatan seni bisa memberi alternatif (pengisi waktu) selain ke bioskop atau mal,” tuturnya.


Kehadiran pameran itupun mendapat apresiasi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Menurut dia, keberadaan seni memberi ruang di tengah realitas, khususnya di tengah hiruk pikuk dunia maya dan media mainstream. Termasuk bagi dirinya.


Emil mengakui, dalam politik, ”kebisingan” itu membuat segalanya masif, condong pada respons dan kesukaan publik.


”Seni menjadi oase untuk keluar dari keterkungkungan itu. Saya berharap anak-anak muda kita bisa keluar dari mental ikut-ikutan, mental FOMO (fear of missing out). Kami berharap mereka bisa mencoba mengenali seni yang hakiki, seni yang sesungguhnya,” tuturnya.


Direktur Utama Jawa Pos Leak Kustiyo ikut menyambut hangat kehadiran karya-karya GM di Surabaya.


Dia menceritakan, GM cukup rutin datang ke Surabaya untuk pekerjaan. Namun, Leak menilai, seniman 81 tahun itu baru menunjukkan antusiasme dan energi luar biasa saat mengobrol tentang seni.


”Sekarang ini, menurut saya, seni tidak kalah pentingnya diperjuangkan Pak Goen (sapaannya untuk GM). Pak Goen mengajak kita terus membangun ruang untuk berpikir, berimajinasi, dan berkreasi,” ungkapnya.


Sementara itu, kurator pameran Wicaksono Adi mengungkapkan, Aistheta dimaknai sebagai sanctuary atau ruang berlindung yang aman untuk menyingkir dari segala yang banal.


Adi mengungkap, banal merujuk pada realitas sehari-hari yang ”dangkal”, instan, dan serbacepat. Dia menganalogikan realitas sebagai permukaan, sementara seni adalah media untuk mencapai kedalaman.


Dalam wawancara sehari sebelum acara, kurator lulusan Universitas Islam Indonesia dan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta itu menyatakan, Aistheta menjadi ajakan untuk mengenali diri lebih dalam lewat medium seni. Realitas tidak lagi dilihat dengan nalar, tetapi lewat imajinasi.


”Karenanya, seni bisa lebih intim. Setiap orang melihat, mengalami hal yang sama, tapi memahaminya secara personal,” tegasnya.


Selain pameran karya, Orasis Art Space menyiapkan pengalaman ekstra bagi para pengunjung. Yakni, lewat mono botanical paint.


Ratna menjelaskan, experience tersebut dibuat agar pengunjung bisa bersinggungan langsung dengan proses kreasi seni. ”Untuk pameran Aistheta, kami sengaja pilih leaf print sebagai latar kutipan atau puisi GM maupun penulis favorit mereka. Hal ini kami harap bisa memunculkan rasa suka terhadap karya seni sehingga mereka bisa lebih menghargai proses kreasi para seniman,” jelasnya. (fam/c14/fal/jpg)

Editor : Admin Padek
#Ratna Odata #Direktur Utama Jawa Pos #Pameran tunggal #seni #emil dardak #Direktur Artistik Orasis Art Space #Kota Seni #leak kustiyo #Wakil Gubernur Jawa Timur #goenawan mohamad