SEBAGAIMANA masjid-masjid yang baru dibagun atau direnovasi, Masjid Taqwa Muarosijunjung juga dilengkapi sara dan prasarana yang tidak saja membuatnya indah dipandang mata. Namun juga menghadirkan kenyamanan untuk beribadah dan kegiatan sosial keagamaan maupun sosial kemasyarakatan lainnya.
Luas arealnya sekitar 3.000 meter persegi di atas tanash tanah wakaf dari suku Kampai. Dengan luas masjid sebagai bangunan utamanya, 30 x 30 meter, plus ber-AC. Berkonstuksi dua lantai, dibagian atas dilengkapi sebuah kubah besar.
Lantai satu berfungsi sebagai tempat mengaji (TPQ), didikan subuh, pesantren Ramadhan, mengaji irama, pertemuan BKMT dan berbagai kegiatan ekstra lainnya. Sementara lantai II khusus untuk menjalankan shalat berjamaah dan wirid pengajian.
Di sisi belakang terdapat tempat berwudhu yang cukup luas, berlantai keramik. Ada jug beberapa petak tempat beristirahat atau penginapan untuk masyarakat yang sedang dalam perjalananalias musafir.
Selain itu juga terdapat rumah garin, dan rumah tempat tinggal petugas kebersihan lingkungan yang merangkap sebagai petugas keamanan. Dengan lingkungan bersih dan tertata, area parkirnya pun lapang. Berlandaskan batu split. Bisa menampung puluhan unit kendaraan.
Bangunan itu dikelilingi pagar beton yang konsep dan desainnya diakomodir secara khusus oleh seorang ahli asal Pulau Jawa. Dilengkapi gapura besar berbentuk persegi yang menimbulkan kesan megah dan kokoh. Juga terasa manis dengan ukiran timbul di bentangan pagarnya.
Sejatinya, masjid tersebut pertama kali dibangun sekitar tahun 1965. Lokasinya strategis. Di Jalan M Yamin yang merupakan jalan protokol di Kabupaten Sijunjung.
Ini merupakan kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Sijunjung, sehingga menjadi tempat ibadah potensial bagi kalangan aparatur, abdi negara, berbagai kantor/lembaga pemerintahan serta BUMN.
Salah seorang pengurus Sunardi menceritakan, pada awalnya Masjid Taqwa Muarosijunjung hanya berupa surau yang bernama Surau Dagang. Dirintis H Suut yang kemudian dilanjutkan oleh H Masyur. Kala itu yang mengerjakan bangunan adalah para narapidana dari LP Muarosijunjung.
Pada tahun 1985, datang bantuan dari seorang pengusaha asal Sijunjung H Syarifuddin. Kemudian kontruksinya disempurnakan menjadi sebuah Masjid dua lantai. Selaku donatur utama, H Syarifuddin menyalurkan bantuan pembangunan mencapai Rp 150 juta.
Katanya, dalam waktu dekat akan ada perluasan areal lagi ke sisi belakang masjid seluas 1 hektare. Rencananya akan diijadikan pondok pesantren dengan status tanah wakaf.
Tahun ini juga akan dibangun teras pada bagian depan arah ke jalan lintas guna menambah keindahan bangunan. Saat ini sedang dalam proses tender dengan biaya sepenuhnya tanggungan Masjid Taqwa Muarosijunjung.
Dijelaskan Sunardi, semuanya terus digerakkan demi menjadikan Masjid Taqwa Muarosijunjung tempat ibadah yang representatif, serta menjadi kebanggaan mmat muslim. ”Kita akan terus melakukan perbaikan, pembenahan, penyempurnaan,” ucapnya kepada Padang Ekspres, Rabu (13/3) lalu.
Masjid ini setiap tahunnya ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Bahkan menjadi tempat cadangan shalat hari raya oleh pihak Pemerintah Kabupaten Sijunjung dibawah koordinasi Bagian Kesrabdan PHBI Sijunjung.
“Setiap pekan (hari Kamis, red) rutin digelar wirid pengajian. Kegiatan mengaji anak-anak berlangsung tiap hari. Dua kali sebulan rutin digelar mengaji irama dibawah bimbingan guru yang juga tercatat sebagai Qori terbaik Sijunjung,” jelasnya.
Masjid Taqwa Muarosijunjung dikelola seorang garin yang sekaligus bertindak sebagai imam. Bernama Samsuir. Seiring proses pembangunan terus dilkukan, pihak pengurus terus berjuang mencari dan mengumpulkan dana dari berbagai sumber para donator, serta sumbangan para jamaah.
“Pada intinya proses pembangunan dilakukan secara bertahap, berangsur-angsur, tidak serta-merta dapat langsung siap dengan mengandalkan uang yang banyak. Maklum dibiayai oleh sumbangan masyarakat, jamaah, dan donatur,” pungkas Sunardi. (YULICEF ANTHONY-Sijunjung)
Editor : Novitri Selvia