SEPERTI kejatuhan durian runtuh bagi peternak sapi Jorong Mungka Tangah, Kenagarian Mungka, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Hendri, 42. Kenapa tidak?.
Sapi jenis simental miliknya akan menjadi hewan kurban Presiden Joko Widodo untuk warga Sumbar pada hari Raya Idul Adha, Senin (17/6) mendatang.
Terpilihnya sapi tersebut setelah melalui berbagai tahapan seleksi. Meliputi bobot, kesehatan fisik, dan bebas dari penyakit, yang dilakukan oleh tim kesehatan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar serta Limapuluh Kota.
“Kami tidak akan menyangka sapi ini akan dibeli oleh presiden. Ada rasa haru dan bangga. Kami menerima keberkahan dari Presiden Jokowi, sehingga sapi kami terpilih untuk dijadikan hewan kurban,” kata Hendri kepada Padang Ekspres.
Sapi yang dipilih ini, tutur Endi sapaan akrabnya, memiliki berat sekitar satu ton limapuluh dua kilogram. Sapi tersebut adalah jenis sapi simental asli, bukan peranakan, dengan usia sekitar 31 bulan.
“Sapi simental ini kami beri nama Peton. Keunikan nama ini terinspirasi dari tontonan peliharaan sapi yang ditayangkan di chanel YouTube. Sapi pada chanel itu diberi nama Penton. Sapi itu belang-belang mirip sapi peliharaan saya. Makanya saya beri nama agak mirip yakni Peton,” tuturnya.
Sapi Peton itu, kata Endi, anak sapi kedua dari induk sapi simental diberi nama Desi. Induknya dibeli dari seorang toke sapi dengan harga Rp 21 juta dengan usia 1,5 tahun pada tahun 2015. “Kemudian dilakukan inseminasi buatan di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Tuah Sakato di Kota Payakumbuh,” tuturnya.
Dalam memelihara dan merawat sapi, ia belajar dari tetua-tetua yang paham dalam beternak sapi. Termasuk pakan yang dimakan. “Mulai dari ampas tahu, ampas kelapa, sagu dan rumput,” ucap suami dari Erini.
Ia mengatakan, perlakuan perawatan terhadap Simental sama seperti sapi lainnya. Hanya saja, untuk pakan ternak Peton lebih banyak karena menyesuaikan dengan berat badan hewan tersebut.
“Sama seperti sapi lain, hanya pakannya saja yang lebih banyak karena mengikuti berat badan. Sekitar delapan baskom pakannya untuk sehari. Mulai dari ampas tahu, sagu, ampas kelapa, sagu dan rumput. Peton juga dimandikan setiap pagi sama seperti yang lain,” ungkap Endi.
Hingga saat ini, sapi tersebut masih menjalani pemeliharaan dan perawatan khusus di kandang milik peternaknya. Sapi itu akan dibawa ke Masjid Raya Sumatera Barat Kota Padang pada Minggu (16/6) atau sehari menjelang Hari Raya Idul Adha.
Untuk diketahui, sapi simental berasal dari daerah Simme di Swiss. Sapi ini kemudian dikembangbiakkan di beberapa negara lain di Eropa dan Amerika. Simental merupakan sapi perah dan pedaging, warna bulunya cokelat kemerahan, di bagian muka dan lutut ke bawah serta ujung ekor berwarna putih.
Sapi jantan dewasa beratnya bisa mencapai 1.150 kilogram, sedangkan betina dewasa 800 kilogram. Bentuk tubuhnya kekar dan berotot, serta mengandung sedikit lemak. Sapi simental cocok dipelihara di wilayah beriklim sedang. Namun secara genetik, sapi simental adalah sapi potong berasal dari wilayah beriklim dingin. (SY RIDWAN,---Limapuluh Kota)
Editor : Novitri Selvia