Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

7 Mitos Paling Populer tentang Introvert yang Membuat Orang Sering Salah Paham

Suci Kurnia Putri • Sabtu, 17 Mei 2025 | 11:46 WIB

(Canva.com/SeventyFour)
(Canva.com/SeventyFour)
PADEK.JAWAPOS.COM — Introvert sering kali disalahpahami. Label seperti “antisosial,” “tidak percaya diri,” atau “tidak suka bergaul” begitu mudah menempel pada mereka yang lebih senang menikmati waktu sendiri dibandingkan berada di tengah keramaian.

Padahal, kepribadian introvert jauh lebih kompleks dari sekadar stereotip yang beredar di masyarakat. Dikutip dari laman Healthline pada Jumat (16/5/25), berikut ini tujuh mitos paling populer tentang introvert yang sering membuat orang salah paham.

1. Introvert Benci Bersosialisasi

Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah anggapan bahwa introvert tidak suka bersosialisasi. Faktanya, introvert tetap menyukai interaksi sosial, hanya saja dalam skala yang lebih kecil dan lebih intim.

Mereka merasa lebih nyaman berbicara dengan satu atau dua orang dalam suasana yang tenang dibandingkan berada di tengah kerumunan besar. Jadi, bukan tidak suka bersosialisasi, melainkan punya cara yang berbeda dalam menikmati interaksi sosial.

2. Introvert Tidak Suka Mengambil Risiko

Mitos ini muncul dari kesan bahwa introvert terlalu hati-hati atau tertutup. Padahal, kemampuan mengambil risiko tidak ada hubungannya dengan introversi atau ekstroversi.

Banyak introvert yang berani mengambil langkah besar dalam hidupnya, hanya saja mereka lebih mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukannya. Mereka tidak impulsif, tetapi bukan berarti takut mencoba hal baru.

3. Ekstrovert Lebih Bahagia daripada Introvert

Banyak yang percaya bahwa karena ekstrovert terlihat lebih ceria dan ekspresif, maka mereka pasti lebih bahagia. Ini tidak sepenuhnya benar.

Kebahagiaan bukan soal seberapa sering kamu tersenyum atau seberapa banyak teman yang kamu miliki, tetapi lebih pada apakah kamu hidup sesuai dengan kepribadianmu.

Introvert bisa sangat bahagia saat mereka berada dalam kondisi yang mendukung kenyamanan dan energi batin mereka.

4. Introvert Rentan terhadap Gangguan Mental

Stereotip ini sangat merugikan. Memang, beberapa introvert lebih cenderung memproses perasaan secara mendalam, tetapi itu tidak berarti mereka lebih rentan terhadap gangguan mental.

Risiko kesehatan mental dipengaruhi oleh banyak faktor seperti riwayat keluarga, pengalaman hidup, dan lingkungan, bukan hanya tipe kepribadian.

5. Ekstrovert Lebih Percaya Diri daripada Introvert

Percaya diri bukan soal seberapa banyak kamu bicara di depan umum atau seberapa luas pergaulanmu. Seorang introvert bisa sangat percaya diri dalam bidang yang mereka kuasai, dan mereka mungkin lebih memilih menunjukkan kualitas itu lewat tindakan, bukan kata-kata.

Introvert yang tahu kelebihannya dan hidup sesuai nilainya justru memiliki kepercayaan diri yang stabil dan mendalam.

6. Introvert Itu Pendiam dan Pemalu

Tidak semua introvert itu pendiam atau pemalu. Pemalu berarti takut pada penilaian sosial, sementara introversi lebih pada cara seseorang mengisi ulang energinya.

Banyak introvert yang sebenarnya sangat ekspresif dan komunikatif, terutama saat berbicara tentang topik yang mereka sukai dan dalam suasana yang nyaman.

7. Introvert dan Ekstrovert Tidak Bisa Berteman

Anggapan ini tidak berdasar. Justru karena perbedaan itulah mereka bisa saling melengkapi. Introvert bisa membawa kedalaman dalam hubungan, sedangkan ekstrovert memberi energi dalam interaksi sosial.

Selama ada saling pengertian dan komunikasi yang baik, hubungan antara keduanya bisa sangat harmonis.

Introvert bukanlah pribadi yang tertutup atau lemah, mereka hanya memiliki cara berbeda dalam menghadapi dunia. Dengan memahami dan menghapus mitos-mitos di atas, kamu bisa lebih menghargai keunikan tiap individu, termasuk dirimu sendiri. (*)

Editor : Hendra Efison
#Membuat Orang Sering Salah Paham #Mitos Paling Populer tentang Introvert