Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gen Z Makin Sering Curhat ke AI, Pakar Ingatkan ChatGPT Bukan Pengganti Terapis

Adetio Purtama • Senin, 17 November 2025 | 11:16 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM—Fenomena generasi Z yang semakin sering mencurahkan perasaan kepada kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT kini menjadi perhatian banyak pihak.

Ungkapan seperti “AI lebih mengerti aku” mulai sering terdengar dari anak muda, terutama mereka yang merasa kesulitan menemukan ruang aman untuk bercerita di dunia nyata.

Meningkatnya ketergantungan Gen Z terhadap AI untuk keperluan emosional tidak terjadi tanpa alasan. Laporan WHO Youth Wellbeing Report 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen anak muda di Indonesia mengaku merasa kesepian, meskipun sangat aktif menggunakan media sosial.

Kondisi ini disebut sebagai loneliness paradox, di mana semakin tinggi keterhubungan digital, semakin rendah koneksi emosional yang dirasakan.

Fenomena ini turut diperkuat oleh laporan CNA.id yang mengungkapkan bahwa lebih dari 1 juta pengguna ChatGPT setiap minggu berbicara tentang “mengakhiri hidup” atau mengekspresikan niat bunuh diri.

Angka ini menggambarkan tingginya jumlah individu yang mencari dukungan emosional melalui AI, terutama saat dilanda stres, depresi, atau keputusasaan.

AI Jadi Tempat Curhat, Tapi Bukan Terapis

Meski mampu memberikan jawaban cepat, empatik, dan terstruktur, para ahli menegaskan bahwa AI tidak dapat menggantikan profesional kesehatan mental.

Sistem AI tidak memiliki kemampuan diagnosis, tidak memahami konteks secara penuh, dan tidak dapat memberikan intervensi klinis.

Kondisi ini berisiko membuat anak muda semakin bergantung pada teknologi dan tidak mencari bantuan nyata saat menghadapi krisis.

Pakar kesehatan mental mengingatkan bahwa percakapan yang melibatkan ide bunuh diri harus ditangani oleh terapis, psikolog, atau tenaga medis yang kompeten.

Mengapa Gen Z Mencari Ruang Curhat Alternatif?

Beberapa faktor yang mendorong Gen Z memilih AI sebagai tempat curhat antara lain:

Fenomena ini mengindikasikan perlunya perhatian dan dukungan sosial yang lebih kuat bagi anak muda.

Cara Mengurangi Stres Secara Sehat

Psikolog menyebutkan stres mental sering muncul ketika tubuh dan pikiran tidak berada dalam kondisi seimbang. Agar emosi tidak menumpuk, sejumlah kebiasaan sederhana dapat dilakukan setiap hari, antara lain:

Kesehatan mental tidak dapat mengandalkan satu solusi saja. Keterlibatan sosial, kebiasaan hidup sehat, serta dukungan profesional tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kesejahteraan emosional. (*)

Editor : Adetio Purtama
#curhat #ChatGPT #terapis #Gen Z #ai