Jihan berhasil meraih Golden Tiket, setelah tampil di hadapan juri-juri kondang Soimah Pancawati, Dewi Persik dan Wika Salim di panggung mewah Indosiar Jakarta. Ketiga juri mengaku sanget terpukau dengan penampilan Jihan yang membawakan lagu Ditikam Asmara.
Soimah tampak serius sekali menikmati dan mengamati baik per bait intonasi lagu yang dibawakan Jihan, begitu juga Dewi Persik.
Saat momen komentar Soimah terang-terangan mengatakan sangat terpukau dengan rall-nya Jihan. Rall atau ”rallentando” artinya ”melambat”. Istilah ini digunakan untuk menginstruksikan penyanyi atau pemain musik untuk mengurangi tempo secara bertahap.
”Terus terang saya terpukau dengan rall-nya. Kelebihan Jihan di nada tinggi, yang begitu bagus, bening dan bersih, aku suka,” kata Soimah berkomentar dikutip dari kanal Youtube D’Academy 7 Indosiar.
Sebelum mengomentari penampilan Jihan, Dewi Persik sempat bertanya mengenai daerah asal dan orang tua Jihan.
Jihan tidak bisa membendung air matanya ketika harus menjelaskan keberadaan ayahnya. Sambil terisak tangis, Jihan menceritakan sejak kecil belum pernah bertemu ayahnya.
Kini Jihan punya ayah sambung, tapi tinggal di Pulau Batam bersama ibu Jihan. Sementara Jihan tinggal bersama neneknya, Asi Adrianti, 65 yang sehari-hari berjualan nasi goreng dan makanan lain di kantin sekolah dekat rumahnya di Limbanang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Indosiar sempat menghubungi Asi Adrianti, nenek Jihan melalui video call untuk mengenal sosok Jihan dari sang nenek. Asi Adrianti mengatakan sudah merawat dan menjaga Jihan sejak kecil. Begitu mendengar suara neneknya, Jihan kemudian menyampaikan terima kasih.
”Terima kasih nenek sudah menjaga Jihan. Kalau tidak ada nenek, ga tau Jihan mau tinggal sama siapa,” kata Jihan sambil mengusap air matanya.
Asi kemudian menceritakan kalau Jihan senang bernyanyi sejak kecil, dari kelas 2 sekolah dasar. ”Dari kecil Jihan bercita-cita ingin bernyanyi satu panggung dengan Soimah dan Dewi Persik. Alhamdulillah, doa kami dikabulkan Allah,” kata Asi dengan suara seperti mau menangis.
Jihan lahir pada 13 September 2008 dan kini mau naik kelas 11 di SMA Negeri 1 Suliki, yang dulu lebih dikenal sebagai SMA Limbanang.
Sampai pada momen penyampaian keputusan dewan juri, Soimah mengatakan, ”dari aku yess buat Jihan,” kata Soimah setelah memberikan beberapa catatan.
Dewi Persik kemudian juga mengatakan yes. ”Aku yess buat Jihan,” kata Dewi Persik. Lalu apa kata Wika Salim? ”Mak ee (soimah, red) sudah bilang yes, Dewi Persik juga yes, aku juga yes buat Jihan,” kata Wika.
Jihan kemudian dinyatakan meraih Golden Tiket Dangdut Academy 7 setelah ketiga juri mengatakan yes. Saat itulah Jihan tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan rasa syukurnya. Sambil berurai air mata, Jihan langsung menghampiri dewan juri.
Sang nenek juga menyaksikan momen luar biasa itu melalui video call. Tampak Asi mengusap wajah dengan hijabnya. ”Alhamdulillah,” dari kejauhan terdengar suara Asi.
Keberhasilan meraih Golden Tiket D’Academy seperti pelepas dahaga bagi Jihan dan neneknya, Asi Adrianti. Kenapa tidak. Perjuangan Jihan untuk menembus panggung megah Indosiar di Jakarta bukanlah perkara mudah, tapi penuh keringat dan cercaan.
Untuk bisa mengikuti audisi awal di Prabumulih, Sumatera Selatan, Jihan bersama neneknya harus naik bus sejauh 765 Km dengan waktu tempuh 19 jam dari kampungnya di Limbanang.
Secara mental tidak mudah juga bagi Jihan dan neneknya menjelaskan kepada tetangga kalau mau ikut audisi Dangdut Academy. Ada juga yang mencemooh, banyak juga yang tidak percaya dan mengatakan Jihan bohong atau mengada-ada.
Tapi Jihan tidak peduli, tekadnya sangat bulat dan kuat apalagi mendapat dukungan penuh dari sang nenek meski bermodal uang seadanya.
Jihan percaya diri dan selalu berdoa supaya menampilkan yang terbaik. Hal itu tercermin dari apa yang sudah diraih Jihan ketika ikut lomba di Sumatera Barat, Pekanbaru dan Batam. Darah seni Jihan sebagai penyanyi mengalir dari kakek (pihak ayah) Jihan yang keturunan Pakistan.
Jihan diberi anugerah dengan bakat bernyanyi dari Allah SWT sejak kecil. Alhamdulillah Jihan pernah juara umum lomba lagu dangdut di Kota Batam. Pernah pula juara umum lagu Melayu di Kota Batam. Juara 1 lomba nyanyi pada Pekan Budaya Kabupaten Limpauluh Kota dan juara 1 lomba lagu Minang di Sumatera Barat.
Selain memiliki semangat yang tinggi, Jihan sangat sangat serius berjuang untuk menggapai cita-citanya sebagai penyanyi dan menjadi seorang pengusaha.
”Saya ingin mengangkat harkat dan martabat keluarga. Saya ingin kami bisa keluar dari kondisi saat ini,” kata Jihan.
Selain dukungan dari sekolah, Jihan juga sudah bertemu dengan Bupati Kabupaten Limapuluh Kota Safni Sikumbang dan dukungan dari Ikatan Alumni SMA Limbonang (IASMAL) Jabodetabek.
Selamat berjuang Jihan. Semoga bisa menambah panjang daftar artis dangdut dari Sumatera Barat yang dikenal melalui ajang pencarian bakat Liga Dangdut Indonesia.
Beberapa nama sebelumnya antara lain, Rahmadonal M. Iqhbal, pemenang LIDA-4, yang juga seorang dokter umum di Puskesmas. Kemudian ada Rana Safira, peserta LIDA 2020 dan Arif Firman (Arif LIDA), juara ketiga LIDA-1. (*)
Editor : Eri Mardinal