Langkah ini diambil guna mempermudah proses evakuasi truk pengangkut crane yang terperosok ke dalam jurang beberapa waktu lalu.
Paur Subbagrenminops Bagbinopsnal Ditlantas Polda Sumbar, Iptu Afrizal Sahar, mengungkapkan bahwa proses pemindahan kendaraan tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada pukul 23.00 WIB. Kendati demikian, ia menekankan bahwa jadwal tersebut masih bersifat fluktuatif.
“Nanti jam 23.00 WIB memang diperkirakan ada pemindahan truk pengangkut crane ini. Tapi masih tentatif atau bisa berubah,” ujar Iptu Afrizal kepada Padang Ekspres, Kamis malam.
Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polresta Padang, Iptu Aria Azhari, menjelaskan bahwa pihak kepolisian terus memantau kepadatan kendaraan di lapangan sebelum memulai tindakan evakuasi.
Saat ini, kondisi arus lalu lintas di jalur penghubung Padang-Solok tersebut terpantau masih normal. Menurut Iptu Aria, penutupan total kedua arah baru akan dilakukan jika volume kendaraan sudah mulai melandai. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir penumpukan kendaraan yang lebih parah di tanjakan ekstrem tersebut.
“Rencana kalau sudah landai arus lalu lintas, baru ditutup kedua arah untuk evakuasi truk yang terperosok ke dalam jurang. Diperkirakan waktu evakuasi memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam, tergantung pada tingkat kesulitan di lapangan saat mengangkat beban crane tersebut,” jelas Iptu Aria.
Meskipun penutupan jalan diberlakukan, pihak kepolisian menegaskan adanya pengecualian bagi kendaraan dalam kondisi darurat.
“Mobil ambulans yang membawa pasien atau dalam keadaan urgensi tetap akan diberikan prioritas utama untuk melintasi Jalur Sitinjaulauik selama proses evakuasi berlangsung,” tambahnya.
Peristiwa ini merupakan tindak lanjut dari kecelakaan beruntun yang terjadi di kawasan Kelok Banto, Sitinjaulauik, pada Rabu pagi (7/1/2026) sekitar pukul 05.10 WIB.
Peristiwa tersebut melibatkan lima unit kendaraan, yang terdiri dari empat kendaraan besar dan satu unit minibus. Berdasarkan kronologi kejadian, kecelakaan dipicu oleh truk pengangkut crane yang mengalami gagal pengereman atau rem blong saat melintasi jalur menurun.
Akibat kehilangan kendali, truk tersebut menghantam deretan kendaraan yang melaju dari arah berlawanan menuju Solok, hingga akhirnya salah satu armada terperosok ke dasar jurang.
Bagi masyarakat yang hendak melintasi Jalur Sitinjaulauik malam ini, diimbau untuk memperhatikan waktu keberangkatan atau mencari tempat istirahat sementara guna menghindari kemacetan selama proses evakuasi berlangsung. (CC1)
Editor : Adetio Purtama