Pembukaan posko dilaksanakan di Grand Anara Airport Hotel Terminal 3 Domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dan diresmikan oleh Direktur Utama IAS Budi Setyawan Wijaya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Yudhi Rizkiyardie Darun, Kepala Otoritas Bandara Kementerian Perhubungan Putu Eka Cahyadi, Direktur Operasi Angkasa Pura Indonesia Agus Haryadi, serta jajaran direksi dari Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, dan Pelita Air Service.
POSGABNAS IAS Group akan beroperasi selama periode angkutan Lebaran mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Posko ini dijalankan secara serentak di seluruh regional operasional IAS yang meliputi Bandara Internasional Kualanamu sebagai Regional I, Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai Regional II, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai Regional III, serta Bandara Internasional Hasanuddin sebagai Regional IV.
Pembentukan POSGABNAS bertujuan memperkuat koordinasi antar entitas di lingkungan IAS Group sekaligus memastikan pelayanan operasional kepada maskapai dan penumpang tetap berjalan optimal selama periode puncak mobilitas masyarakat pada masa mudik dan arus balik Idulfitri.
Pemantauan Operasional Bandara Dilakukan Secara Real Time
Melalui POSGABNAS, IAS melakukan pemantauan operasional secara real time di berbagai bandara yang dikelola. Sistem ini memungkinkan monitoring terhadap pergerakan penerbangan, proses pelayanan penumpang, penanganan bagasi, serta operasional kargo.
Pemantauan tersebut didukung oleh berbagai sistem digital terintegrasi seperti Manajemen Operasi Traffic (MOT), Cargo Integrated System (CIS), Gapura Integrated System (GIS), dan Baggage Delivery Time (BDT). Selain sebagai pusat pemantauan operasional, posko ini juga berfungsi sebagai pusat komunikasi serta crisis center untuk memudahkan koordinasi antar pemangku kepentingan apabila terjadi kondisi darurat atau situasi yang membutuhkan penanganan terpadu.
Direktur Operasi IAS Danny Thaharsyah menyampaikan bahwa perusahaan terus berkomitmen meningkatkan pengalaman perjalanan bagi para pengguna jasa penerbangan melalui kesiapan fasilitas, operasional bandara, serta kualitas pelayanan.
Menurutnya, fokus pelayanan tidak hanya pada kesiapan operasional, tetapi juga pada aspek kebersihan, kenyamanan, dan kualitas layanan bagi penumpang sebagai bagian dari upaya membangun pengalaman perjalanan yang berkelanjutan.
IAS juga melakukan peningkatan kualitas pelayanan melalui perbaikan fasilitas, penyempurnaan proses operasional, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bandara guna memastikan seluruh petugas layanan siap memberikan pelayanan optimal selama periode angkutan udara Idulfitri 2026.
InJourney Prediksi Peningkatan Pergerakan Wisata
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Yudhi Rizkiyardie Darun menyampaikan bahwa momentum Ramadan dan Lebaran tidak hanya berkaitan dengan mobilitas mudik, tetapi juga menjadi pendorong utama pergerakan wisata domestik.
Untuk sektor hospitality, InJourney memproyeksikan tingkat okupansi hotel dalam ekosistem perusahaan mencapai sekitar 63 persen atau meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kunjungan ke berbagai destinasi wisata yang dikelola InJourney juga diproyeksikan meningkat sekitar 15 persen selama periode libur Lebaran.
Beberapa destinasi wisata yang diperkirakan menerima kunjungan wisatawan antara lain Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Candi Borobudur, kawasan wisata Mandalika, Nusa Dua, Golomori, Sarinah, serta Taman Mini Indonesia Indah.
Menurut Yudhi, periode libur Lebaran yang bertepatan dengan perayaan Nyepi serta kebijakan Work From Anywhere dari pemerintah menjadi momentum penting bagi peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata nasional.
InJourney sebagai holding BUMN sektor pariwisata memastikan kesiapan operasional melalui penguatan koordinasi posko, kesiapan fasilitas, optimalisasi personel, pengaturan jam operasional, serta penerapan prosedur layanan di seluruh ekosistem bisnis yang dikelola.
Perusahaan juga melakukan penguatan kapasitas operasional melalui penambahan personel dan optimalisasi fasilitas untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan wisatawan selama periode puncak libur Lebaran.(*)
Editor : Heri Sugiarto