Carney, yang memimpin Partai Liberal, diproyeksikan memenangkan pemilu, meski belum jelas apakah ia dapat membentuk pemerintahan mayoritas.
Dalam pidato kemenangannya, Carney memperingatkan bahwa Amerika Serikat mengincar tanah dan sumber daya Kanada, dan berkomitmen untuk “melawan balik” tekanan ekonomi dari pemerintahan Trump.
Mantan gubernur Bank of Canada dan Bank of England itu menegaskan komitmennya untuk melawan perang dagang dan ancaman aneksasi dari Presiden AS Donald Trump.
Ia menyebut bahwa Kanada akan mengambil peran kepemimpinan global jika AS memilih mundur dari posisi tersebut.
“Jika Amerika Serikat tidak lagi ingin memimpin ekonomi global, maka Kanada akan mengambil posisi itu. Ini adalah Kanada, dan kami yang menentukan masa depan kami,” kata Carney seperti dilansir dari Al Jazeera
Carney yang pernah menjadi penasihat ekonomi semasa PM Justin Trudeau dan utusan khusus PBB untuk aksi iklim dan keuangan tersebut, juga menjanjikan pembangunan jutaan unit perumahan, penguatan sektor energi, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas bagi rakyat Kanada.
Kemenangan Carney langsung disambut ucapan selamat dari para pemimpin dunia, termasuk dari Uni Eropa, Inggris, Australia, dan Selandia Baru serta India, yang menyampaikan pentingnya kerja sama internasional dan komitmen terhadap demokrasi.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, “Kami akan membela nilai-nilai demokrasi yang kami bagi bersama, mempromosikan multilateralisme, dan memperjuangkan perdagangan bebas dan adil.”
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memuji kepemimpinan Carney dalam isu internasional dan menyatakan kesiapan untuk terus bekerja sama di bidang pertahanan, keamanan, perdagangan, dan investasi.
Sementara itu, PM Belanda Dick Schoof menantikan kedatangan Carney pada KTT NATO di Den Haag pada 24–25 Juni mendatang.
Namun, Partai Liberal tampaknya hanya memenangkan mayoritas tipis. Pemimpin Partai Konservatif Pierre Poilievre mengakui kekalahan dan menyatakan akan bekerja sama dengan Carney dan partai lain untuk menghadapi tantangan dari pemerintahan Trump.
“Rakyat Kanada telah memilih pemerintahan minoritas yang sangat tipis,” ujar Poilievre.
Di sisi lain, Partai Demokrat Baru (NDP) mengalami malam yang buruk. Pemimpinnya, Jagmeet Singh, kehilangan kursinya dan partainya diperkirakan gagal memenuhi ambang batas 12 kursi untuk mempertahankan status resmi di parlemen.
Singh mengumumkan pengunduran dirinya segera setelah hasil buruk itu diketahui.
Pendukung Partai Liberal menyambut kemenangan ini dengan antusias di Ottawa. “Kami punya seseorang yang bisa berbicara dengan Trump di level yang sama,” ujar Dorothy Goubault (72), menunjuk pada latar belakang bisnis Carney yang sejalan dengan Trump.
Anggota kabinet Carney, Steven Guilbeault, mengatakan bahwa serangan Trump terhadap ekonomi dan kedaulatan Kanada menjadi faktor pemersatu pemilih.
“Carney dilihat sebagai sosok dengan pengalaman ekonomi yang solid dan kemampuan untuk berdiri sejajar dengan AS,” ujarnya.
Dari Asia, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan kesiapan membangun hubungan dengan Kanada berdasarkan saling menghormati dan manfaat bersama, menyusul kemenangan Carney yang juga menandai harapan baru dalam hubungan bilateral yang sebelumnya memburuk.(*)
Editor : Heri Sugiarto