Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gempa M7,6 Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan

Heri Sugiarto • Selasa, 9 Desember 2025 | 00:45 WIB

Peringatan tsunami dan perintah evaluasi ditampilkan di televisi NHK, Senin malam (8/12/2025).(Foto: Tangkapan layar NHK World)
Peringatan tsunami dan perintah evaluasi ditampilkan di televisi NHK, Senin malam (8/12/2025).(Foto: Tangkapan layar NHK World)
PADEK.JAWAPOS.COM-Gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Senin malam (8/12/2025), memicu peringatan tsunami dan perintah evakuasi bagi warga di sejumlah kawasan pesisir.

Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), gempa terjadi pada pukul 23.15 waktu setempat dengan pusat gempa berlokasi sekitar 80 kilometer di lepas pantai Prefektur Aomori pada kedalaman 50 kilometer.

JMA dan Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) mengumumkan potensi tsunami setinggi hingga tiga meter yang dapat menghantam pesisir timur laut Jepang.

Peringatan tsunami diberlakukan untuk Prefektur Hokkaido, Aomori, dan Iwate, sementara peringatan kewaspadaan dikeluarkan untuk Miyagi dan Fukushima.

JMA menyampaikan bahwa beberapa wilayah telah menerima gelombang awal, dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter di Pelabuhan Mutsu Ogawara, Aomori, serta di Urakawa, Hokkaido.

PTWC menyampaikan gelombang tsunami berbahaya berpotensi terjadi dalam radius 1.000 kilometer dari pusat gempa di sepanjang pantai Jepang dan Rusia.

Cedera dan Gangguan Listrik

Dikutip dari Sky News, laporan awal menunjukkan adanya beberapa korban luka di sebuah hotel di Kota Hachinohe, Aomori.

Selain itu, seorang pria di Kota Tohoku terluka setelah mobilnya terperosok ke dalam lubang yang muncul pascagempa. Tidak ada laporan cedera serius.

Tohoku Electric Power melaporkan ribuan warga mengalami pemadaman listrik. Namun, perusahaan listrik Tohoku Electric dan Hokkaido Electric memastikan tidak ada gangguan atau kondisi abnormal di fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak.

NHK menyebut pemeriksaan keselamatan di seluruh PLTN terkait masih berlangsung.

Instruksi Darurat dari Pemerintah Jepang

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan pemerintah telah membentuk satuan tugas darurat untuk mengumpulkan data dan menilai dampak gempa.

Dia menginstruksikan pemerintah memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada publik, menilai kerusakan secepat mungkin, serta berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah dengan prioritas keselamatan warga.

“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kami melakukan segala upaya yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Melalui pernyataan di media sosial, Takaichi mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir Hokkaido, Aomori, dan Iwate untuk segera mengungsi ke lokasi aman. Ia menegaskan potensi bahaya masih terjadi meski gelombang pertama telah terdeteksi.

“Setelah tsunami pertama, gelombang kedua dan ketiga dapat menjadi lebih besar. Tetap berada di lokasi aman hingga peringatan dicabut,” ingatnya.

Kondisi Masih Berkembang

JMA menyatakan beberapa wilayah telah dilanda tsunami awal dan gelombang susulan diperkirakan tiba antara pukul 01.00 hingga 02.00 dini hari waktu setempat.

Warga diminta menjauhi garis pantai dan tidak kembali sebelum kondisi dinyatakan aman.

Ahli oseanografi dari University of Southampton, Simon Boxall, mengatakan gempa ini berada di area yang sama dengan lokasi bencana besar tahun 2011 yang menewaskan hampir 20.000 orang.

Namun, dia menegaskan tidak semua gempa besar menimbulkan tsunami signifikan.

Hingga laporan ini disusun, penilaian kerusakan masih berjalan dan pemerintah Jepang terus memantau perkembangan situasi.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#evakuasi tsunami #Aomori #tsunami jepang #Hokkaido #peringatan tsunami #gempa hari ini #PM Sanae Takaichi #gempa jepang