Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Fenomena Wolf Moon 3 Januari 2026: Supermoon Pertama dan Terbesar Tahun Ini

Heri Sugiarto • Sabtu, 3 Januari 2026 | 01:08 WIB

Saksikan Wolf Moon 3 Januari 2026, supermoon pertama dan terbesar tahun ini bersinar terang di langit malam. (Foto: Dok.NBC Chicago 2025)
Saksikan Wolf Moon 3 Januari 2026, supermoon pertama dan terbesar tahun ini bersinar terang di langit malam. (Foto: Dok.NBC Chicago 2025)
PADEK.JAWAPOS.COM-Bulan purnama pertama tahun 2026, yang dikenal sebagai Wolf Moon, akan tampak mengagumkan di langit malam mulai 3 Januari 2026.

Fenomena ini menandai supermoon pertama tahun ini, ketika bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi (perihelion), sehingga tampak 30% lebih terang dan 14% lebih besar dibandingkan bulan purnama terjauh tahun ini.

Puncak iluminasi bulan terjadi pada 3 Januari pukul 17:03 WIB. Namun, bagi pengamat awam, bulan akan terlihat hampir penuh pada malam sebelum dan sesudah tanggal tersebut. Waktu terbit dan terbenam bulan bervariasi tergantung lokasi masing-masing.

Sejarah dan Nama Bulan Purnama Januari

Dikutip dari Space pada Jumat (2/1/2026), Wolf Moon mendapat namanya karena serigala yang sering terdengar melolong pada malam musim dingin yang panjang.

Dalam tradisi Anglo-Saxon, bulan ini disebut "Moon After Yule", sementara masyarakat adat Dakota di Amerika Utara menamainya "Severe Moon", mencerminkan dinginnya bulan Januari.

Menurut TimeandDate dan Old Farmers Almanac, nama-nama tersebut menunjukkan hubungan budaya manusia dengan fenomena alam sepanjang sejarah.

Tips Mengamati 'Wolf Moon' di Langit Malam

Untuk menyaksikan Wolf Moon, pengamat disarankan memandang ke horizon timur pada senja 2 Januari, sebelum matahari terbenam. Fenomena 'moon illusion' membuat bulan terlihat lebih besar saat dekat horizon.

Selain itu, saat bulan rendah di langit, warnanya dapat tampak oranye-kuning, akibat penyebaran cahaya biru oleh atmosfer Bumi sehingga panjang gelombang merah lebih dominan.

Pada 3 Januari, Jupiter akan terlihat kurang dari 4 derajat di sebelah kanan bulan, memberi kesempatan menarik bagi pengamat astronomi. Lebar tiga jari tengah yang direntangkan sejauh lengan menunjukkan sekitar 5 derajat di langit malam.

Supermoon Januari: Kesempatan Foto Langka

Bagi penggemar fotografi, Wolf Moon Januari 2026 merupakan momen ideal untuk mengabadikan bulan purnama pertama tahun ini.

NASA merekomendasikan mempersiapkan kamera dan lensa khusus untuk astrophotography, sehingga detail cahaya dan tekstur bulan dapat terekam maksimal.

Supermoon Januari 2026 merupakan yang terakhir dari rangkaian empat supermoon berturut-turut. Supermoon berikutnya baru akan terlihat pada 24 November 2026.

Sumber dan Panduan Visual

Untuk mempermudah pengamatan, NASA menyediakan link video YouTube fase bulan 2026 yang menampilkan bulan setiap hari:

Pengamat disarankan memanfaatkan panduan ini untuk mengetahui waktu terbit, posisi, dan kondisi pencahayaan bulan secara akurat.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#fenomena astronomi #supermoon 2026 #Bulan purnama Januari 2026 #bulan purnama Indonesia #langit malam purnama #nasa #NASA Supermoon Januari 2026 #astrophotography #wolf moon