Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bahaya Vape Disorot, Penyakit Popcorn Lung dan EVALI Ancam Pengguna

Mengki Kurniawan • Sabtu, 7 Februari 2026 | 19:46 WIB

Bahaya vape kembali disorot. Rokok elektrik berisiko memicu popcorn lung dan EVALI akibat paparan zat kimia berbahaya yang merusak paru-paru.(foto: ayosehat.kemkes)
Bahaya vape kembali disorot. Rokok elektrik berisiko memicu popcorn lung dan EVALI akibat paparan zat kimia berbahaya yang merusak paru-paru.(foto: ayosehat.kemkes)
PADEK.JAWAPOS.COM—Tren penggunaan rokok elektrik atau vape kembali menjadi sorotan setelah data kesehatan menunjukkan risiko serius terhadap paru-paru, termasuk penyakit permanen seperti bronchiolitis obliterans (popcorn lung) dan EVALI.

Ancaman tersebut dikaitkan dengan paparan zat kimia berbahaya dalam uap vape yang secara medis terbukti dapat merusak jaringan paru-paru dan hingga kini belum memiliki terapi penyembuhan total.

Risiko Popcorn Lung Akibat Paparan Zat Kimia Vape

Sebagaimana diungkap akun media sosial @folkyogya, Jumat (6/2/2026), salah satu risiko paling serius dari penggunaan vape adalah bronchiolitis obliterans atau popcorn lung.

Penyakit ini menyerang saluran udara terkecil di paru-paru dan menyebabkan kerusakan permanen yang menghambat fungsi pernapasan secara signifikan.

Kerusakan tersebut dipicu oleh paparan bahan kimia berbahaya dalam uap vape, salah satunya diacetyl, senyawa yang kerap digunakan sebagai penguat rasa.

Selain diacetyl, uap vape juga mengandung logam berat dan senyawa toksik lain yang dapat memicu peradangan hebat pada jaringan paru-paru jika terhirup secara berulang.

Apabila peradangan berkembang menjadi kronis, kemampuan paru-paru untuk bekerja normal akan menurun dan sulit dipulihkan ke kondisi semula.

EVALI Jadi Ancaman Cedera Paru Akut

Selain popcorn lung, pengguna vape juga berisiko mengalami EVALI (E-cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury).

EVALI merupakan cedera paru akut yang secara langsung dikaitkan dengan aktivitas vaping dan telah dilaporkan menyebabkan kematian di berbagai negara.

Dalam unggahannya, @folkyogya menegaskan bahwa risiko penyakit paru akibat vape dapat menyerang berbagai kelompok usia.

“Penggunaan rokok elektrik atau vape terbukti berisiko memicu penyakit paru-paru serius, terutama pada pengguna muda dan jangka panjang,” tulis @folkyogya dalam keterangan yang diunggah Jumat (6/2/2026).

Kelompok usia muda disebut lebih rentan karena organ paru-paru masih berkembang dan sangat sensitif terhadap paparan zat kimia berbahaya.

Peringatan Lembaga Kesehatan Dunia

Bahaya rokok elektrik juga menjadi perhatian sejumlah lembaga kesehatan internasional.

World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), serta American Lung Association telah mengeluarkan peringatan mengenai dampak negatif penggunaan vape terhadap kesehatan pernapasan.

Ketiga lembaga tersebut menyatakan bahwa vape tidak dapat dianggap sebagai alternatif yang sepenuhnya aman dibandingkan rokok konvensional.

Persepsi masyarakat yang menganggap vape lebih aman karena aromanya dinilai menyesatkan, mengingat kandungan kimia di dalam uap tetap membebani sistem pernapasan.

Hingga kini, dunia medis masih berupaya menemukan metode pengobatan efektif untuk penyakit paru akibat vape, namun sifat kerusakan jaringan yang permanen menjadikan pencegahan sebagai langkah utama. (CR3)

 

Editor : Hendra Efison
#bahaya vape bagi paru paru #risiko kesehatan vape #penyakit paru akibat vape #EVALI rokok elektrik #bahaya rokok elektrik #popcorn lung vape