Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Remaja dan Bahaya Krisis Identitas

A
Penulis: Adriyanto Syafril❯
Ilustrasi. (REZA FEBRINO/PADEK)
Ilustrasi. (REZA FEBRINO/PADEK)

Advertisement

Penulis : Alvin Gumelar Hanevi, M.Pd. - Guru SMK Negeri 6 Padang

PADEK.JAWAPOS.COM - 

Usia remaja merupakan fase ketika seseorang berupaya mencari jati diri.

Advertisement

Upaya membentuk eksistensi di tengah kelompok menjadi tujuan yang ingin dicapai oleh seorang remaja.

Pada umumnya, remaja yang berada di lingkungan positif akan menampilkan perbuatan dan tingkah laku yang baik.

Berbeda dengan remaja yang hidup di lingkungan kurang baik, gaya hidup mereka cenderung hanya mencari sensasi dan eksistensi semata.

Advertisement

Di tengah upaya mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2025, berbagai persoalan terus menghadang.

Krisis identitas merupakan salah satu masalah yang mengintai para remaja.

Tidak sedikit remaja yang mengalami krisis identitas.

Merujuk pada teori Erikson (1968), pada usia 10 hingga 20 tahun, remaja berada pada tahap yang disebut identity versus identity diffusion.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tumbuhkan Kesadaran Hukum sejak Dini

Tumbuhkan Kesadaran Hukum sejak Dini

Pendidikan berbasis kesadaran hukum dinilai penting untuk mencegah kenakalan remaja dan membentuk karakter murid sejak dini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer