
Penulis : Zahratil Husna - Guru SMP Negeri 30 Padang
Minggu lalu, SMP Negeri 30 Padang berada dalam atmosfer yang cukup istimewa dan sarat makna.
Bersamaan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh tepat pada tanggal 20 Mei 2026, sekolah kami tengah melaksanakan agenda krusial: Asesmen Akhir Sekolah (AAS) bagi seluruh siswa kelas IX.
Selama lima hari, mulai Senin, 18 Mei hingga Jumat, 22 Mei 2026, ruang-ruang kelas kami tidak lagi sekadar menjadi tempat duduk, melainkan telah bertransformasi menjadi medan perjuangan intelektual, di mana integritas, kejujuran, dan karakter diuji di atas lembar-lembar soal yang penuh tantangan.
Jika 118 tahun lalu dr. Sutomo bersama para pemuda perintis menggagas kebangkitan nasional sebagai respons terhadap keterpurukan dan ketertinggalan bangsa, maka hari ini, di SMP Negeri 30 Padang, kami memaknai spirit Harkitnas dengan cara yang lebih kontekstual.
Kami meyakini bahwa kebangkitan Indonesia di masa depan tidak dimulai dari podium-podium besar, melainkan dari ketenangan, keseriusan, dan kejujuran di dalam setiap ruang ujian.
Pelaksanaan AAS sejak Senin (18/5) berjalan dengan khidmat dan tertib. Sebelum memulai ujian, setiap pagi siswa dikumpulkan mengikuti pembiasaan positif: doa bersama dan penguatan motivasi yang dipimpin langsung Kepala Sekolah, Agusrial, S.Pd.
Inilah momen “kebangkitan rohani” sebelum siswa bergelut dengan angka dan logika. Kepala Sekolah senantiasa menekankan, ujian ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik, melainkan sebuah anak tangga mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Di sini, kami ingin mereka menyadari setiap butir soal adalah kesempatan membuktikan kualitas diri.
Kebangkitan sebuah bangsa tentu membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga sehat secara fisik dan tangguh secara mental.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




