
Penulis : Dwi Rismawanto, S.Pd - Guru PJOK SDN 60 Payakumbuh
Ada sebuah candaan klasik yang sering kali mampir ke telinga para guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Katanya, tugas guru olahraga adalah pekerjaan paling mudah: masuk ke lapangan, meniup peluit, melempar bola kepada siswa, lalu duduk santai di bawah pohon rindang sambil menikmati segelas es teh hingga jam pelajaran berakhir.
Sebagai guru PJOK di tingkat Sekolah Dasar (SD), saya hanya bisa tersenyum setiap kali mendengar seloroh tersebut. Kenyataannya, lapangan sekolah adalah ruang kelas kami.
Di balik peluit yang kami bawa, terdapat tanggung jawab besar yang tidak kalah penting dibandingkan guru mata pelajaran lainnya.
Kami tidak sekadar membiarkan anak-anak bermain, tetapi sedang membangun fondasi kehidupan mereka.
Tugas utama guru PJOK jauh lebih penting daripada sekadar mengajarkan permainan olahraga.
Kami bertanggung jawab menstimulasi, mengembangkan, dan memperkaya kemampuan yang dikenal sebagai literasi gerak.
Pada usia sekolah dasar, anak-anak memiliki latar belakang kemampuan fisik yang sangat beragam.
Tugas kami adalah memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, mau dan berani bergerak.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




