Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Sekadar Tiup Peluit, tapi Siapkan Generasi Tangguh

A
Penulis: Adriyanto Syafril❯
 Dwi Rismawanto, S.Pd
Dwi Rismawanto, S.Pd

Advertisement

Penulis : Dwi Rismawanto, S.Pd - Guru PJOK SDN 60 Payakumbuh

Ada sebuah candaan klasik yang sering kali mampir ke telinga para guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Katanya, tugas guru olahraga adalah pekerjaan paling mudah: masuk ke lapangan, meniup peluit, melempar bola kepada siswa, lalu duduk santai di bawah pohon rindang sambil menikmati segelas es teh hingga jam pelajaran berakhir.

Advertisement

Sebagai guru PJOK di tingkat Sekolah Dasar (SD), saya hanya bisa tersenyum setiap kali mendengar seloroh tersebut. Kenyataannya, lapangan sekolah adalah ruang kelas kami.

Di balik peluit yang kami bawa, terdapat tanggung jawab besar yang tidak kalah penting dibandingkan guru mata pelajaran lainnya.

Kami tidak sekadar membiarkan anak-anak bermain, tetapi sedang membangun fondasi kehidupan mereka.

Advertisement

Tugas utama guru PJOK jauh lebih penting daripada sekadar mengajarkan permainan olahraga.

Kami bertanggung jawab menstimulasi, mengembangkan, dan memperkaya kemampuan yang dikenal sebagai literasi gerak.

Pada usia sekolah dasar, anak-anak memiliki latar belakang kemampuan fisik yang sangat beragam.

Tugas kami adalah memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, mau dan berani bergerak.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

UNP-Universiti Pertahanan Nasional Malaysia Bahas Handbook Physical Literacy dan Riset Bersama

UNP-Universiti Pertahanan Nasional Malaysia Bahas Handbook Physical Literacy dan Riset Bersama

FIK UNP dan UPNM Malaysia Siapkan Handbook Physical Literacy, Gabungkan Praktik Indonesia-Malaysia.

Di Balik Pintu Kelas, Ada Hati yang Mengabdi

Di Balik Pintu Kelas, Ada Hati yang Mengabdi

Di setiap fajar yang perlahan membuka cakrawala, ada langkah-langkah sunyi yang berangkat lebih awal daripada embun sempat mengering di dedaunan.

Guru yang Dirindukan

Guru yang Dirindukan

GURU adalah pekerjaan yang mulia. Seorang guru, rela berangkat pagi dan pulang petang hanya demi mencerdaskan anak bangsa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer