Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Urgensi Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam

A
Penulis: Adriyanto Syafril❯
Tosfayana Mawardi
Tosfayana Mawardi

Advertisement

Penulis : Tosfayana Mawardi - Guru Agama SMPN 8 Payakumbuh

Geliat zaman menuju kancah modern sarat dengan perubahan besar dalam kehidupan manusia, terutama bagi generasi muda. Kemajuan teknologi, media sosial, dan arus globalisasi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan da­lam pembentukan karakter anak. Fenomena seperti ku­rangnya sopan santun, menurunnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, perilaku konsumtif, perundungan, hingga kecanduan gawai menjadi persoalan gentingpada anak zaman sekarang atau yang sering disebut anak zaman now.

Kondisi tersebut menunjukkan urgensi revitalisasi pendidikan karakter, yaitu upaya menghidupkan kembali nilai-nilai moral dan akhlak mulia dalam kehidupan anak. Dalam perspektif Islam, pendidikan karakter merupakan bagian penting dari pendidikan akhlak yang bertujuan membentuk manusia beriman, bertakwa, dan berkepribadian baik sesuai ajaran Al-Qur’an dan Sunnah.

Advertisement

Hakikat pendidikan karakter dalam Islam tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan akhlak mulia seperti tugas Rasulullah sawpada  sabdanya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa esensi pendidikan Islam adalah pembentukan akhlak. Nilai-nilai seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, dan peduli sesama harus ditanamkan sejak dini.

Anak zaman now hidup di tengah perkembangan tek­nologi digital yang sangat pesat. Informasi dapat diakses dengan mudah tanpa batas ruang dan waktu. Namun, pe­nggunaan teknologi yang tidak terkontrol dapat memengaruhi perilaku dan karakter anak.

Advertisement

Beberapa tantangan pendi­di­kan karakter saat ini antara lain pengaruh media sosial, kurangnya pengawasan orang tua, me­nurunnya keteladanan, pergaulan bebas, kecanduan gadget.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan revitalisasi pendidikan karakter yang dilakukan secara bersama-sama oleh keluarga, se­kolah, dan ma­syarakat. Diantaranya yaitu: Me­nanamkan pendidikan akhlak sejak dini, memperkuat pendidikan agama, membangun budaya se­kolah yang positif, pengawasan terhadap penggunaan teknologi dan menanamkan nilai ke­te­la­danan.

Keluarga memiliki peran utama dalam pendidikan karakter. Orang tua harus menjadi teladan bagi anak melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Allah Swt. berfirman:

“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...” (QS. At-Tahrim: 6)

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Di Balik Pintu Kelas, Ada Hati yang Mengabdi

Di Balik Pintu Kelas, Ada Hati yang Mengabdi

Di setiap fajar yang perlahan membuka cakrawala, ada langkah-langkah sunyi yang berangkat lebih awal daripada embun sempat mengering di dedaunan.

Guru yang Dirindukan

Guru yang Dirindukan

GURU adalah pekerjaan yang mulia. Seorang guru, rela berangkat pagi dan pulang petang hanya demi mencerdaskan anak bangsa.

Bertaburan Prestasi Awal Tahun Pelajaran 2026/2027

Bertaburan Prestasi Awal Tahun Pelajaran 2026/2027

MEMASUKI awal Tahun Pelajaran 2026/2027, SDN 21 Payakumbuh mengawali langkah dengan berbagai prestasi membanggakan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer