Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendidikan dan Pengajaran Akar Peradaban

A
Penulis: Adriyanto Syafril❯
Hj. Firda Rawasiah, Lc
Hj. Firda Rawasiah, Lc

Advertisement

Penulis : Hj. Firda Rawasiah, Lc

Bayangkan dunia tanpa sekolah, tanpa guru, tanpa bengkel. Tidak ada dokter yang bisa bedah, tidak ada insinyur yang bisa bangun jembatan, tidak ada petani yang tahu cara memupuk. Yang ada hanya manusia kuat, tapi buta arah.

Itulah bukti paling sederhana: bangsa sebesar apa pun akan runtuh kalau kehilangan dua hal ini, pendidikan dan pengajaran. Satu membentuk otak, satu membentuk tangan. Satu melahirkan ilmu pengetahuan, satu melahirkan keterampilan. Dan dari keduanya, peradaban manusia lahir.

Advertisement

1. Pendidikan: Menanam Cara Berpikir 

Pendidikan adalah proses panjang yang membentuk cara manusia melihat dunia. Ia tidak sekadar mengisi kepala dengan rumus dan tanggal sejarah. Pendidikan yang baik melatih kita bertanya, berpikir kritis, menguji, dan menyimpulkan. dan mampu mengenal siapa yang menciptakan kita dan alam semesta ini sebagaimana dalam surat Muhammad ayat 19

Tanpa pendidikan, informasi hanya lewat sebagai hafalan. Dengan pendidikan, informasi berubah jadi ilmu. Seorang anak yang belajar IPA bukan hanya tahu air mendidih di 100 derajat celcius. Ia belajar metode ilmiah, belajar logika sebab akibat, belajar bahwa alam semesta bisa dipahami dengan nalar.

Advertisement

Filsuf Yunani, John Locke, hingga Ki Hajar Dewantara sepakat: tujuan pendidikan bukan menciptakan manusia yang penuh ingatan, tapi ma­nusia yang mampu berpikir. Karena bangsa yang warganya cerdas bertanya akan selalu lebih maju dari bangsa yang warganya hanya pandai menjawab.

2. Pengajaran: Me­nempa Ke­teram­pilan 

Jika pendidikan menja­wab “mengapa”, maka pengajaran menjawab “bagaimana”. Pengajaran adalah praktik, latihan, dan pengulangan. Guru menunjukkan, murid meniru, lalu mencoba sendiri sampai mahir.

Seorang dokter hebat bukan lahir dari buku anatomi saja. Ia lahir dari ruang operasi, dari tangan yang gemetar saat pertama memegang scalpel, lalu menjadi mantap setelah ribuan kali latihan. Seorang programmer jago bukan karena hafal sintaks, tapi karena sudah berjam-jam berlatih dan mengasah ketrampilan

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Di Balik Pintu Kelas, Ada Hati yang Mengabdi

Di Balik Pintu Kelas, Ada Hati yang Mengabdi

Di setiap fajar yang perlahan membuka cakrawala, ada langkah-langkah sunyi yang berangkat lebih awal daripada embun sempat mengering di dedaunan.

Guru yang Dirindukan

Guru yang Dirindukan

GURU adalah pekerjaan yang mulia. Seorang guru, rela berangkat pagi dan pulang petang hanya demi mencerdaskan anak bangsa.

Bertaburan Prestasi Awal Tahun Pelajaran 2026/2027

Bertaburan Prestasi Awal Tahun Pelajaran 2026/2027

MEMASUKI awal Tahun Pelajaran 2026/2027, SDN 21 Payakumbuh mengawali langkah dengan berbagai prestasi membanggakan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer