Artinya, tujuan, muatan, dan kegiatan proyek P5 ini tidak harus berkaitan dengan pembelajaran intrakurikuler. Sebab Profil Pelajar Pancasila merumuskan Standar Kompetensi Lulusan di setiap jenjang satuan pendidikan dalam hal penanaman karakter, yang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
Selain itu, Pelajar Indonesia juga diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis, serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21. P5 juga merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya.
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), yang berbeda dengan pembelajaran berbasis proyek dalam program intrakurikuler di dalam kelas.
P5 diharapkan dapat menjadi sarana yang optimal dalam mendorong peserta didik menjadi pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
P5 juga menjadi penting dilaksanakan, guna memberi kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya.
Dalam kegiatan proyek ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting, sehingga peserta didik bisa melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut, sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Proyek penguatan ini juga dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikan kontribusi dan dampak bagi lingkungan sekitarnya.
Ada enam dimensi Profil Pelajar Pancasila yang terintegrasi dalam proyek penguatan tersebut, yakni beriman yakni bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, kemudian akhlak beragama yakni akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, dan akhlak bernegara.
Lalu berkebinekaan global mengenal dan menghargai budaya, komunikasi dan interaksi antar budaya, refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan, berkeadilan sosial, setelah itu bergotong-royong, kolaborasi, kepedulian, berbagi; kreatif, menghasilkan gagasan yang orisinal, menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal, memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan, kemudian bernalar kritis, memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya, refleksi pemikiran dan proses berpikir, serta mandiri yakni pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, regulasi diri.
Berdasarkan isu yang relevan di lingkungan sekolah, maka SMP Negeri 1 Pasaman memilih 3 tema proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila, untuk diimplementasikan satu tahun ke depan melalui aksi nyata proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Tiga tema tersebut adalah Gaya hidup berkelanjutan, Kearifan lokal, dan Bangunlah jiwa dan raganya.
Tema Gaya hidup berkelanjutan dipilih berdasarkan isu masalah sampah plastik dan sampah organik di sekitar lingkungan sekolah dan lingkungan peserta didik. Pengelolaan sampah plastik yang biasanya diselesaikan dengan cara membakar belum sesuai dengan dimensi akhlak kepada alam.
Karena hal ini tentu akan memicu terjadinya polusi udara yang dapat memperparah isu pemanasan global serta mengganggu keseimbangan ekosistem global. Aksi nyata yang dilakukan untuk mengatasi isu tersebut adalah dengan membuat ecobrik atau batu bata ramah lingkungan.
Pada proyek ini, setiap peserta didik diwajibkan menyediakan 1 botol plastik bekas air mineral di dalam tasnya. Botol plastik tersebut diisi dengan sampah plastik jajanan maupun sampah plastik yang ada di sekitar lingkungan kelas. Hal ini juga melatih peserta didik untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya.
Setelah massa sampah plastik ecobrik mencapai 250 gram, maka siswa menyetorkannya kepada guru pembimbing sebagai bukti proyek P5 nya. Ini dilakukan terus-menerus secara berkesinambungan, sehingga diharapkan menjadi kebiasaan hidup berkelanjutan bagi semua komunitas sekolah.
Ecobrick yang sudah terkumpul kemudian dijadikan sebagai pengganti batu bata untuk membangun tempat duduk dan meja di taman sekolah, pagar tanaman, dan lainnya. Sedangkan aksi nyata untuk mengatasi penumpukan sampah organik berupa kulit buah dan sisa-sisa sayuran dapur, peserta didik membuat produk ecoenzym.
Produk ecoenzym nantinya dapat dimanfaatkan di bidang kesehatan (obat), kebersihan (desinfektan), pertanian (pupuk cair), dan lain sebagainya. Aksi nyata P5 ini merupakan implementasi dimensi akhlak mulia pada elemen akhlak kepada alam yang membiasakan peserta didik menjaga lingkungan sekitar sekolah beserta menjaga kestabilan ekosistem dunia.
Proyek P5 ini juga mengimplementasikan dimensi kreatif pada elemen menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal berupa ecoenzym. Tema berikutnya adalah Kearifan lokal. Tema ini dipilih berdasarkan Isu krisis identitas diri peserta didik terhadap budaya dan kearifan lokal kesenian Ronggiang di daerah Pasaman Barat, Kesenian asli Pasaman Barat ini tidak lagi dikenal di kalangan peserta didik.
Untuk mengatasi hal tersebut aksi nyata proyek penguatan Profil Pancasila ini diharapkan mendorong peserta didik untuk mengeksplorasi tentang kesenian Ronggiang Pasaman tersebut serta melatih peserta didik agar dapat memainkan kesenian Ronggiang tersebut.
Aksi nyata tersebut merupakan implementasi dimensi berkebinekaan global pada elemen mengenal dan menghargai budaya. Tema Bangunlah jiwa raganya diusung guna membangun kesadaran dan keterampilan peserta didik untuk memelihara kesehatan fisik dan mental melalui aksi nyata senam bersama di sekolah.
Aksi nyata tersebut dilakukan secara rutin di setiap hari sabtu pagi sebelum aktivitas belajar di mulai. Dengan pembiasan P5 tersebut diharapkan dapat menjaga kesehatan fisik dan mental peserta didik serta menumbuhkan dimensi Profil Pelajar Pancasila berakhlak mulia pada elemen akhlak pribadi.
Melalui aksi nyata proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat memperkuat karakter dan mengembangkan kompetensi peserta didik sebagai warga dunia yang aktif, melatih kemampuan pemecahan masalah dalam berbagai kondisi, serta memperlihatkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap isu di sekitar.(***) Editor : Novitri Selvia