Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPT SD Negeri 01 Limakaum, Nothing Is Impossible

Novitri Selvia • Selasa, 16 Mei 2023 | 12:38 WIB
Eli Delfita, S.Ag, S.Pd GURU UPT SDN 01 LIMAKAUM
Eli Delfita, S.Ag, S.Pd GURU UPT SDN 01 LIMAKAUM
Nothing is impossible adalah sebuah ungkapan yang mempunyai makna yang cukup luas dan dalam. Bisa saja Nothing is impossible diartikan, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin atau diartikan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada.

Atau dari sesuatu yang sudah ada menjadi lebih baik adanya. Makna yang tersirat di dalamnya adalah bahwa dalam ungkapan itu menuntut adanya suatu proses, proses dari tidak ada menjadi ada atau proses dari baik menjadi lebih baik.

Dan tujuan akhir dari sebuah proses itu akan tercipta “perubahan”. Apapun itu, pada dasarnya nothing is impossible tidak terlepas dari campur tangan Allah dengan sifat iradahnya.

Dengan demikian maka ungkapan tersebut bisa juga bersinonim dengan kata “Kun Fayakun”. Hanya saja jika manusia ingin berubah maka manusia itu harus melalui proses dan perjuangan dengan penuh kesabaran akan tetapi jika Allah menghendaki sesuatu hanya dengan berkata “Kun Fayakun”, jadi maka terjadilah.

Kita sebagai manusia menyadari dengan sepenuhnya bahwa manusia mempunyai kemampuan yang terbatas untuk suatu perubahan. Maka untuk mencapai tujuan itu yakinlah dengan sepenuh hati Allah lah satu-satunya zat yang bisa memberi kemudahan kepada kita.

Saatnya berubah, tetapi perubahan yang dimaksud bukanlah seperti power rengger atau layaknya Peter Parker menjadi spidermen yang mendapat gigitan laba-laba secara tidak sengaja.

Namun perubahan yang dimaksud adalah perubahan untuk menjadi lebih baik, lebih hebat, lebih mampu, lebih rajin, lebih semangat, dan lebih dalam segala hal yang baik dengan segala kemampuan yang dimiliki.

Dunia pun terus berubah bahkan ketika seseorang belum siap untuk ikut berubah bersamanya dari waktu ke waktu dia akan tetap berubah tanpa harus menunggu. Bila seseorang tetap diam dan tidak mengalami perubahan maka sudah pasti akan jauh tertinggal.

Kita pun dapat memulai dengan menerapkan dari diri sendiri (ibda’ binafsik), mulai dari hak yang kecil, dan mulai dari sekarang, suatu anjuran bijak dari tokoh agama (Aa Gym). Ada beberapa hal yang bisa dijadikan acuan agar bisa berubah menjadi orang yang lebih baik.

Merencanakan hidup bagi seorang muslim adalah komitmen untuk meraih kualitas pribadi yang lebih baik. Tak ada salahnya jika kita mempunyai target masa depan. Tercapai tidaknya rencana masa depan itu kita serahkan pada Allah, karena hanya Allah lah yang maha menentukan, kita manusia hanya bisa berencana.

Peningkatan kualitas diri, semoga target hidup kita bisa menjadi salah satu upaya dalam mengikuti sunah Rasul yang mengatakan “Siapa yang hari ininya lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung. Dan siapa yang hari ininya sama saja dengan hari kemarin, dia orang yang merugi dan siapa yang hari ini lebih jelek dari hari kemarin, dia orang yang celaka”.

Hidup dengan target bukan sekedar mengikuti arus keadaan seperti air mengalir ke tempat yang rendah. Itu hal yang biasa tetapi hidup bukan mengalir begitu saja tanpa direncanakan dengan impian yang besar.

Impian yang tinggi terkadang merupakan sebuah mesin kemajuan yang sering membuat hidup berkompetisi dengan orang lain. Tak ada salahnya jika pungguk bahkan katak rindukan bulan. Daripada katak hanya berdiam di bawah tempurung.

Dengan lompatan yang kecil memang tidak mungkin mencapai bulan. Tapi dengan mimpi, meskipun dengan kemampuan yang kecil ia dapat meraih mimpi dengan keajaiban kehendak-Nya. Bisa saja ia tersangkut roket astronot yang sedang mendarat di bumi.

Nothing impossible.

Tujuan hidup manusia adalah untuk mengabdi kepada Allah SWT, jelas tertuang dalam Al Quran surat Adzariyat ayat 56. Pengabdian yang dimaksud adalah dengan taat dan patuh melaksanakan segala kehendak-kehendaknya baik kehendaknya yang ada pada jalur hablum minallah, atau kehendaknya yang ada pada jalur hablum minannaas.

Oleh karena itu rasa dekat kepada Allah bukanlah tujuan hidup manusia, akan tetapi merasa dekat dengan Allah adalah modal yang sangat berharga dalam pengabdian sebagai tujuan hidup seorang muslim.

Melakukan amal dengan memanfaatkan segala potensi yang kita miliki sebagai manusia. Allah SWT telah menciptakan manusia dengan segala potensi yang ada. Namun manusia diberi kebebasan untuk memilih jalannya. Apakah mereka akan memilih jalan fujur (pendosa) ataukah memilih jalan taqwa (Qs Asy Syamsi ayat 8).

Jika memilih jalan fujur maka akan jatuh kepada derjatnya yang serendah-rendahnya. Namun jika mereka memilih jalan taqwa maka kepada mereka Allah selalu mengalirkan pahala yang tiada putus sampai mengantarkannya ke surga.

Maka ada beberapa jalan yang dapat kita tempuh untuk mencapai sifat taqwa yaitu lakukan Mu’ahadah (mengingat perjanjian), Muroqobbah (merasakan kesertaan Allah). Sebagai seorang mukmin sejati sudah sepantasnyalah kita ketika akan memulai suatu pekerjaan maka kita sertakan Allah dalam setiap gerakan hati dan fikiran kita.

Kemudian ber-muhasabah (instrospeksi diri) menghisab diri ketika selesai melakukan suatu perbuatan. Apakah perbuatan itu mendapat ridho Allah ataukah mendapat murka Allah. Apakah perbuatan itu ikhlas atau dirembesi dengan sifat riya.

Mujahadah (optimalisasi /bersungguh-sungguh), dalam melaksakan amal-amal sunah serta ketaatan lainnya tepat pada waktunya maka ia harus memaksakan diri dengan bersungguh-sungguh melakukan amal-amalan wajib dan sunah lebih banyak lagi. Dalam hal ini kita harus lebih serius dan penuh semangat sehingga akhirnya ketaatan merupakan kebiasaan yang melekat pada diri kita.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa jika kita memilih jalan taqwa maka kita harus berproses selangkah demi selangkah, melakukan kebiasaan baik sebagai jalan menuju taqwa tersebut, hingga akhirnya kita bisa menjadi to be something yang kita harapkan.

Untuk mendapatkan derajat taqwa itu tidak semudah membalik telapak tangan. Itu membutuhkan proses yang penuh dengan tantangan, perjuangan dan kesungguhan dengan penuh kesabaran.(Eli Delfita, S.Ag, S.Pd, GURU UPT SDN 01 LIMAKAUM) Editor : Novitri Selvia
#Nothing Is Impossible #Eli Delfita #UPT SD Negeri 01 Limakaum