PADEK.JAWAPOS.COM-Sekolah swasta saat ini juga menjadi salah satu sekolah tujuan yang diminati orang tua para murid. Kualitas sekolah-sekolah swasta pun kini banyak yang sudah jauh di depan sekolah negeri.
Hal ini dikarenakan banyak sekolah swasta yang menawarkan pendidikan dan bimbingan yang dinilai lebih maksimal untuk para murid sekolah.
Salah satu sekolah swasta yang diminati di Kota Padang adalah Sekolah Menengah Pertama Pertiwi 2 Padang.
Berdasarkan sampaian Wakil Kepala Sekolah, Ramadatul Ilham yang mewakili Kepsek yang sedang tidak berada di sekolah, SMP Pertiwi 2 Padang pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 80 calon siswa mendaftar untuk menjadi siswa.
“Untuk tahun ajaran 2025/2026 yang mendaftar di sekolah kita kurang lebih dari 80 pendaftar. Cuma yang finalnya sampai kemarin itu hanya 76 murid yang mana Itu kami bagi menjadi 3 Rombel (rombongan belajar) atau 3 kelas,” sampai Ramadatul Ilham ke Padang Ekspres pada Selasa (10/2) siang.
Jumlah murid tahun ajaran 2025/2026 ini lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Memang, Wakil Kepala SMP 2 Pertiwi pun mengakui sedang terjadi peningkatan minat di sekolah swasta ini pada 3 tahun belakangan.
“Biasanya dari 3 tahun terakhir itu tiap tahunnya itu naik. Sebelumnya kelas 3 sekarang itu 1 rombel. Kelas 2 atau kelas 8 sekarang 2 rombel. Dan terakhir yang tahun sekarang itu 3 rombel. Mudah-mudahan untuk tahun besok bisa bertambah jadi 4 rombel” sampainya.
Secara total SMP 2 Pertiwi Padang memiliki jumlah murid sebanyak 142 murid. Dimana pada kelas 7 terdapat 76 murid, kelas 8 sebanyak 42 murid, dan kelas 9 berjumlah 26 orang siswa.
Sekolah Menengah Pertama ini memiliki biaya SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) sebanyak Rp 250.000 per bulannya.
“Itu sudah mencakup biaya yang lain. Palingan nanti jika ada hal biaya kayak untuk farewell party (perpisahan). Atau kegiatan lainnya yang sifatnya membutuhkan biaya lebih itu biasanya kami diskusi dengan orang tua atau kami meminta bantuan kepada pihak yayasan. Jika hal ada yang lain kegiatannya yang sifatnya yang sesuai dengan SPP anggaran dana bos itu bisa kami keluarkan dari dana bos. Namun jika tidak bisa dianggarkan dari dana bos kami itu dari sumbangan orang tua siswa atau dari yayasan,” ungkapnya.
Sekolah ini juga menghadirkan sistem diskon potongan SPP apabila ada kakak adik atau anak kembar yang keduanya menjadi murid di SMP 2 Pertiwi Padang.
Selain itu, pelanjutan ke Sekolah Menangah Atas (SMA) dibawahan yayasan yang sama seperti SMA Pertiwi 1 Padang yang di Air Tawar Barat.
Untuk calon murid pendaftar dapat masuk ke SMP ini makan harus melewati tes literasi dan kemampuan dasar.
“Pada kegiatan awal itu kami selalu melakukan seleksi seperti kami harus tahu bagaimana literasi anak, baca Al Quran, anak dan kemampuan dasar anak di sekolah sebelum kami pisah ke kelasnya nanti” sampainya.
Secara kriteria SMP Pertiwi 2 Padang tidak menetapkan kriteria khusus untuk calon pendatar.
Selama murid memiliki kejelasan data secara administrasi dan tidak pernah memilki riwayat hukum maka selagi yang bersangkutan lolos seleksi ia dapat menjadi murid di sekolah ini.
Perihal peningkatan minat pada sekolah swasta ini, Ramadatul Ilham menilai salah satu alasannya karena para orang tua murid merasa anaknya lebih diperhatikan selama di sekolah.
Selain itu, kedekatan antara guru dan murid dalam segi bimbingan pun turut menjadi salah satu alasan lainnya. Kedua hal tersebut pun adalah penekanan yang diberikan kepada para guru pengajar di sekolah ini.
“Kita memang berpesan untuk teman-teman di sini bagaimana kita pelayanan dan bimbingan di sekolah swasta itu lebih ditingkatkan kepada anak. Karena pengalaman di sini yang akan menjadi bekal anak ke masyarakat nanti,” katanya.
Wakepsek ini juga menambahkan lulusan tahun kemarin, kurang lebih 90% berhasil masuk ke Sekolah negeri, baik itu SMAN atau SMKN.
Hal ini pun juga bisa disebut sebagai refleksi yang mematahkan stigma negatif yang dimiliki sekolah swasta, dimana banyak orang memandang negatif bahwa sekolah swasta itu tempat murid-murid yang gagal di sekolah negeri.
Ke depannya, Wakepsek tersebut menyampaikan aktivitas ekstrakulikuler akan lebih difokuskan lagi karena dilihat banyak anak murid yang memiliki kemauan tinggi di beberapa kegiatan ekstrakulikuler tertentu.
Konsistensi dalam kegiatan ekstrakulikuler dan bimbingan kepada murid pun akan terus diupayakan agar anak murid mendapatkan bekal yang cukup. (cr4)
Editor : Novitri Selvia