Pantauan di kawasan Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, yang berbatasan langsung dengan Kota Payakumbuh, menunjukkan jumlah kendaraan yang melintas relatif sedikit dibandingkan hari sebelumnya.
Sepanjang ruas jalan tersebut didominasi kendaraan roda dua serta beberapa kendaraan roda empat, dengan kondisi lalu lintas yang lancar tanpa hambatan berarti di kedua arah.
Situasi ini berbeda dibandingkan Senin (16/2/2026), ketika volume kendaraan tercatat lebih tinggi di jalur yang sama.
Penurunan volume kendaraan pada Selasa siang terbilang cukup signifikan meskipun hari tersebut merupakan hari terakhir libur nasional yang biasanya masih diwarnai peningkatan arus lalu lintas, khususnya di jalur penghubung antarkota.
Kondisi lengang ini terlihat jelas di titik perbatasan wilayah Akabiluru yang menjadi salah satu akses utama mobilitas masyarakat antara Payakumbuh dan Bukittinggi.
Kendaraan dari arah Payakumbuh menuju Bukittinggi tampak lebih sepi dibandingkan arus kendaraan dari arah sebaliknya.
Meski terdapat perbedaan volume di kedua arah, arus lalu lintas tetap bergerak normal dan tidak ditemukan kepadatan.
Situasi jalan yang relatif lengang membuat perjalanan antarkota pada siang hari berlangsung lebih cepat dan tanpa antrean kendaraan panjang seperti yang biasa terjadi pada periode puncak arus balik.
Tidak terlihat adanya hambatan teknis maupun gangguan lalu lintas di sepanjang ruas jalan tersebut hingga waktu pemantauan pukul 11.00 WIB.
Kawasan Akabiluru sendiri merupakan titik strategis yang menghubungkan Kota Payakumbuh dengan wilayah Kabupaten Limapuluh Kota dan menjadi jalur utama menuju Bukittinggi.
Pergerakan kendaraan di jalur ini kerap menjadi indikator kepadatan lalu lintas saat masa libur nasional atau akhir pekan panjang.
Diperkirakan, volume kendaraan akan kembali meningkat pada sore hari seiring masyarakat yang bersiap kembali ke daerah masing-masing menjelang aktivitas normal pada hari berikutnya.
Namun hingga menjelang siang, kondisi arus lalu lintas di jalur Payakumbuh–Bukittinggi masih terpantau lancar dan terkendali tanpa hambatan berarti.(*)
Editor : Hendra Efison