
DI tengah kehidupan yang terus berpacu dengan waktu, burnout menjadi salah satu masalah kesehatan yang semakin banyak dialami masyarakat. Kondisi stres berat ini dapat terjadi pada siapa saja dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.
Yang lebih berbahaya, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami burnout. Ketika kelelahan emosional dibiarkan menumpuk tanpa ruang pemulihan yang cukup, kondisi tersebut dapat perlahan merusak kualitas hidup dan kesehatan mental dalam jangka panjang.
Burnout ditandai dengan kelelahan emosional dan fisik yang berlangsung lama. Dampaknya sangat luas, mulai dari penurunan kinerja, krisis identitas profesional, hingga gangguan kesehatan serius seperti depresi, penyakit jantung, bahkan peningkatan risiko kematian dini. Fakta ini menegaskan bahwa burnout merupakan masalah global yang membutuhkan perhatian serius, termasuk di Indonesia.
Meski demikian, burnout bukan berarti tidak dapat ditangani. Selain pemulihan fisik dan istirahat yang cukup, pola makan dan asupan gizi juga berperan penting dalam membantu tubuh menghadapi stres.
Kepala Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (Unand), Dr. Syahrial, SKM, M.Biomed, mengatakan hubungan antara pola makan dan kesehatan mental bersifat saling memengaruhi. Pola makan yang seimbang menyediakan energi dan zat gizi penting menjaga fungsi otak, produksi neurotransmiter, kesehatan mikrobiota usus, serta kestabilan suasana hati.
“Sebaliknya, kondisi mental yang terganggu dapat mengubah pola makan dan meningkatkan risiko kekurangan atau kelebihan zat gizi. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental tidak hanya memerlukan dukungan psikologis, tetapi juga pola makan bergizi seimbang,” ujarnya.
Menurutnya, gizi seimbang merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan mental di era modern. Melalui penyediaan energi yang stabil, dukungan terhadap fungsi otak, pengaturan hormon stres, pemeliharaan mikrobiota usus, dan peningkatan kualitas tidur, pola makan yang baik dapat meningkatkan kemampuan seseorang menghadapi tekanan sehari-hari sekaligus membantu menurunkan risiko burnout.
Ia menjelaskan, zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk membantu menghadapi stres dan mencegah burnout meliputi karbohidrat kompleks, protein berkualitas, asam lemak omega-3, vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin D, vitamin E, magnesium, zink, zat besi, selenium, dan kalium.
“Masing-masing bekerja melalui mekanisme yang berbeda, seperti menjaga produksi energi, mendukung fungsi otak dan sistem saraf, membantu sintesis neurotransmiter, mengurangi stres oksidatif, meningkatkan kualitas tidur, serta memperkuat sistem imun,” katanya.
Manfaat tersebut akan lebih optimal jika dikombinasikan dengan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup, dan pengelolaan stres yang baik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




