
PADEK.JAWAPOS.COM - Menjelang puncak ibadah haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), pengawasan kesehatan terhadap jamaah calon haji (JCH) risiko tinggi (risti) Embarkasi Padang di Kota Makkah semakin diperketat.
Tim dokter spesialis dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah turun langsung ke hotel-hotel tempat jamaah menginap untuk memastikan kondisi kesehatan para jamaah tetap stabil menjelang fase puncak ibadah haji.
Visitasi kesehatan dilakukan dengan mendatangi langsung kamar jamaah guna melakukan pemeriksaan kesehatan, pemantauan kondisi fisik, hingga memastikan kebutuhan obat-obatan jemaah terpenuhi selama berada di Tanah Suci.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan jemput bola bagi jamaah lansia dan kategori risiko tinggi yang membutuhkan pengawasan lebih intensif menjelang Armuzna.
Dokter spesialis yang terlibat dalam kegiatan tersebut di antaranya dr. Risma, Sp.KJ, dr. Agus Sulistiawati, Sp.N, dan dr. Ika, Sp.KJ bersama tim kesehatan KKHI Makkah.
Kegiatan visitasi juga dipantau langsung Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah sekaligus Kepala KKHI Makkah, dr. Edi Supriyatna, MKK.
Petugas Kesehatan Haji Kloter PDG 12, dr. Maulidya Rahmi, mengatakan sebagian jamaah risiko tinggi memiliki penyakit penyerta dan keterbatasan aktivitas sehingga membutuhkan pemantauan rutin selama berada di Makkah.
“Pelayanan dilakukan langsung melalui visitasi ke hotel tempat jamaah menginap agar pemantauan kesehatan berjalan maksimal,” kata dr. Maulidya Rahmi, Minggu (17/5).
Menurutnya, pola pelayanan langsung ke hotel menjadi langkah penting karena suhu udara di Makkah dalam beberapa hari terakhir cukup ekstrem dan terus meningkat.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kelelahan hingga dehidrasi pada jamaah apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




