Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dugaan Penganiayaan Balita, Masyarakat Diminta Berani Melapor

N
Penulis: Novitri Selvia❯
Jurnalis senior Padang Ekspres, Suryani (kanan) saat menjadi narasumber pada program KABAPADEK Sore di Graha Pena, Lubukbuaya, Jumat (22/5). (DOK PADANG EKSPRES)
Jurnalis senior Padang Ekspres, Suryani (kanan) saat menjadi narasumber pada program KABAPADEK Sore di Graha Pena, Lubukbuaya, Jumat (22/5). (DOK PADANG EKSPRES)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali mengguncang masyarakat Kota Padang. Seorang balita berusia dua tahun di Kecamatan Kuranji diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri. Peristiwa tersebut menjadi pembahasan utama dalam program KABAPADEK sore, Jumat (22/5).

Program yang tayang rutin setiap Senin, Rabu, dan Jumat itu menghadirkan Wakil Pemimpin Redaksi Padang Ekspres, Suryani, dengan dipandu Febi Tri Lianti. Dalam pembahasannya, Suryani menyoroti tingginya keprihatinan publik terhadap kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan keluarga tersebut.

Menurut Suryani, anak seharusnya memperoleh perlindungan, perhatian, dan kasih sayang penuh dari orang tua. Namun dalam kasus ini, korban justru diduga mengalami kekerasan dari sosok yang seharusnya menjadi pelindung utama.

Advertisement

“Seharusnya anak mendapatkan perlindungan dan kasih sayang dari orang tua, tetapi justru mengalami kekerasan di lingkungan terdekatnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, dugaan penganiayaan tersebut tidak terjadi sekali, melainkan telah berlangsung berulang kali selama kurang lebih satu bulan. Kasus itu akhirnya terungkap setelah warga mendengar tangisan korban dan mulai curiga terhadap kondisi balita tersebut.

“Warga kemudian berinisiatif melapor ke polisi dan aparat langsung bergerak cepat mengamankan pelaku,” katanya.

Advertisement

Suryani menyebut kondisi fisik korban saat ditemukan cukup memprihatinkan. Karena itu, ia mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya apabila menemukan tanda-tanda kekerasan terhadap anak.

Menurutnya, kepedulian warga menjadi faktor penting dalam mencegah kekerasan terus berlangsung. Ia menilai masyarakat tidak boleh bersikap acuh apabila mendengar atau melihat indikasi tindak kekerasan di lingkungan sekitar.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keberanian orang tua, terutama ibu, dalam melindungi anak apabila terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Menurutnya, keselamatan anak harus menjadi prioritas utama meskipun berada dalam situasi penuh tekanan atau ancaman.

“Anak harus menjadi prioritas utama. Orang tua harus berani mencari bantuan dan melapor apabila terjadi kekerasan,” tegasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Seven Summits Sumbar jadi Perjalanan Parenting Inspiratif

Seven Summits Sumbar jadi Perjalanan Parenting Inspiratif

Program KABA PADEK Sore edisi­ Senin (29/6) menghadirkan wartawan senior, Two Efly, sebagai narasumber.

Demonstrasi Harus Murni, Bukan Alat Kepentingan Kelompok

Demonstrasi Harus Murni, Bukan Alat Kepentingan Kelompok

Direktur Utama Padang Ekspres Mhd Nazir Fahmi menyoroti dugaan pengondisian aksi mahasiswa berbayar dalam Program KABA PADEK Sore.

Adaptif di Era Digital tanpa Abaikan Akurasi Berita

Adaptif di Era Digital tanpa Abaikan Akurasi Berita

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola kerja industri media massa. Di tengah derasnya arus informasi,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer