Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Perundungan Harus jadi Evaluasi Bersama

S
Wawako Padang, Maigus Nasir memberikan keterangan kepada awak media, Senin (20/7). (SUYUDI/PADEK)
Wawako Padang, Maigus Nasir memberikan keterangan kepada awak media, Senin (20/7). (SUYUDI/PADEK)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah Kota (Pemko) Padang memberikan perhatian serius terhadap dugaan kasus perundungan (bullying) yang disebut menjadi salah satu faktor pemicu insiden ledakan yang melibatkan seorang siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang beberapa waktu lalu.

Meskipun sekolah tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, Pemko Padang menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan pemerintah daerah tidak membatasi penanganan persoalan masyarakat berdasarkan kewenangan instansi. Menurutnya, setiap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat harus menjadi perhatian pemerintah, termasuk dugaan perundungan di lingkungan pendidikan.

Advertisement

“Ini menjadi tanggung jawab kita semua. Tentu pemerintah harus hadir terhadap persoalan yang terjadi di te­ngah masyarakat. Kasus ini men­jadi perhatian serius karena tidak terjadi begitu saja, tetapi ada proses dan faktor-faktor yang memicu terjadinya peristiwa tersebut,” kata Maigus, Senin (20/7).

Ia menilai dugaan perundungan yang dialami siswa tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak. Menurutnya, tindakan bullying yang berlangsung dalam waktu lama dapat memberikan dampak psikologis yang serius terhadap korban.

Maigus menjelaskan, Pemerintah Kota Padang selama ini telah menjalankan berbagai program untuk mencegah perilaku negatif di kalangan ge­nerasi muda. Salah satunya melalui Program Padang Juara yang bertujuan memberikan kesempatan pendidikan yang setara serta memotivasi anak-anak agar dapat berkembang sesuai potensinya.

Advertisement

Selain itu, Pemko Padang juga memperkuat pendidikan karakter, mental, dan spiritual melalui Program Smart Surau. Program tersebut diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang lebih baik sekaligus menjadi upaya pen­cegahan terhadap berbagai perilaku menyimpang.

“Kita ingin memastikan tidak ada diskriminasi terhadap anak-anak dalam memperoleh pendidikan. Kemudian penguatan karakter, mental, dan spiritual juga terus dilakukan agar mereka memiliki ketahanan diri yang baik,” ujarnya.

Maigus menambahkan, ke depan Pemko Padang akan me­ningkatkan koordinasi dan si­nergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta berbagai instansi terkait dalam menangani persoalan perundungan di lingkungan pendidikan.

Koordinasi tersebut akan melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta Kementerian Agama guna mencari akar penyebab terjadinya kasus-kasus perundungan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Libatkan Semua Pihak Cegah Bullying

Libatkan Semua Pihak Cegah Bullying

Wakil Ketua DPRD Sumbar menilai dugaan bom rakitan di MAN 3 Padang menjadi momentum memperkuat pencegahan bullying dan kesehatan mental siswa.

Ketika Hukum Datang Setelah Luka Membesar

Ketika Hukum Datang Setelah Luka Membesar

LEDAKAN bom rakitan di MAN 3 Padang pada 14 Juli 2026 mungkin hanya berlangsung sekejap.

Pemprov Sumbar Bergerak Cepat Tangani ABH Kasus MAN 3 Padang, Susun Rehabilitasi Terpadu Lintas Sektor

Pemprov Sumbar Bergerak Cepat Tangani ABH Kasus MAN 3 Padang, Susun Rehabilitasi Terpadu Lintas Sektor

Pemprov Sumbar bergerak cepat menangani kasus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) terkait peristiwa di MAN 3 Pa­dang,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer