Pertemuan tersebut digelar guna menyampaikan aspirasi serta menjajaki peluang kolaborasi strategis antara pengusaha muda dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dalam audiensi yang berlangsung pada Jumat (17/5/2025), HIPMI berharap DPR dapat berperan aktif sebagai wasit dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, kompetitif, dan inklusif bagi pengusaha nasional, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menegaskan komitmen DPR untuk memastikan peran UMKM dan pengusaha muda tetap menjadi prioritas dalam kebijakan strategis BUMN.
"Kami sepakat bahwa transformasi BUMN tidak boleh mengorbankan peran UMKM dan pengusaha muda. Mereka adalah pilar penting perekonomian nasional dan harus tetap menjadi bagian dari agenda besar pembangunan," ujar Andre.
Andre juga menyatakan kesiapan Komisi VI membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang kerap dihadapi UMKM dalam bekerja sama dengan BUMN, termasuk keterlambatan pembayaran proyek.
"Kami mengapresiasi kehadiran HIPMI, khususnya Ketua Bidang BUMN BPP HIPMI, Bapak Anthony Leong. Kami berharap pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," tambah Andre.
Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas BUMN, Danantara, dan BUMD, Anthony Leong, menyampaikan bahwa HIPMI mendukung langkah efisiensi dan restrukturisasi BUMN yang tengah dijalankan pemerintah. Namun, ia menekankan pentingnya keterlibatan pengusaha muda dalam ekosistem bisnis BUMN.
"Kami mencermati adanya kekhawatiran dari pelaku usaha muda bahwa proses konsolidasi BUMN melalui entitas seperti Danantara berpotensi mengurangi ruang bagi UMKM dalam kemitraan yang selama ini telah terjalin," kata Anthony.
Menurutnya, UMKM bukan hanya pelengkap, melainkan mitra strategis BUMN yang berkontribusi di berbagai sektor, seperti pengadaan, konstruksi, logistik, dan teknologi.
"Transformasi BUMN seharusnya menjadi momentum untuk memperluas akses, meningkatkan transparansi, menciptakan persaingan yang sehat, serta memperkuat kolaborasi antara BUMN dan pelaku usaha muda di seluruh Indonesia," tegasnya.
Anthony juga mengingatkan agar tidak ada pelaku usaha yang tersisih akibat konsolidasi. Ia menekankan pentingnya menciptakan iklim usaha yang terbuka agar generasi muda tetap termotivasi menjadi wirausaha.
HIPMI mengapresiasi Komisi VI DPR yang dinilai konsisten berpihak pada pengusaha muda dan UMKM. Anthony berharap komunikasi dan sinergi antara DPR, pemerintah, BUMN, dan komunitas pengusaha muda terus diperkuat.
"Kami mendorong agar DPR tidak hanya berperan sebagai policy enabler, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat dan terbuka, khususnya bagi generasi pengusaha muda," pungkas Anthony.(*)
Editor : Hendra Efison