Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Real Madrid dan Barcelona Dominasi Pendapatan dari Bisnis Kaos Sepak Bola

Admin Padek • Kamis, 21 September 2023 | 00:11 WIB
Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM-Dalam dunia sepak bola yang semakin kompetitif, klub-klub di seluruh dunia terus mencari sumber penghasilan tambahan untuk memenuhi tuntutan transfer yang terus meningkat.

Salah satu sumber pendapatan yang signifikan adalah sponsorship untuk jersey dan ruang iklan yang ada di kaos seragam tim mereka.

Spanyol menjadi pemimpin dalam hal ini, dengan Real Madrid dan Barcelona menjadi dua klub yang berhasil menjual iklan termahal di seragam mereka, masing-masing meraih pendapatan 190 juta euro dan 183 juta euro.

Namun, bagaimana klub "mengoptimalkan" penggunaan ruang iklan di seragam mereka adalah kunci.

Di LaLiga, klub diperbolehkan memiliki maksimal lima ruang iklan di seragam mereka (selain celana pendek), sementara di liga lain seperti Serie A Italia, hanya empat ruang iklan yang diperbolehkan. Namun, memiliki eksklusivitas lebih mahal, sehingga banyak klub hanya memiliki satu sponsor utama.

Contohnya, Real Madrid hanya menampilkan Fly Emirates di bagian depan seragam mereka dan menerima 70 juta euro untuk sponsor tersebut.

Seperti dilansir Marca, berikut ini ranking pendapatan kaos sepak bola teratas mencakup:

1. Real Madrid - 190 juta euro (120 juta euro dari Adidas, 70 juta euro dari Fly Emirates)

2. Barcelona - 183 juta euro (105 juta euro dari Nike, 70 juta euro dari Spotify, 8 juta euro dari Ambiligh TV)

3. Paris Saint-Germain - 168 juta euro (80 juta euro dari Nike, 70 juta euro dari Qatar Airways, 18 juta euro dari GOAT)

4. Manchester City - 167,5 juta euro (76 juta euro dari Puma, 79 juta euro dari Etihad Airways, 12,5 juta euro dari Nexen Tire)

5. Manchester United - 159 juta euro (104 juta euro dari Adidas, 55 juta euro dari Team Viewer)

Namun, yang juga penting untuk dicatat adalah bahwa sponsor teknis yang membuat seragam (seperti Adidas, Nike, Puma, dll.) juga dianggap sebagai iklan bagi klub-klub besar karena mereka menerima uang besar untuk menggunakan merek tersebut.

Dalam hal ini, Real Madrid dan Barcelona mendominasi karena popularitas merek tersebut di seluruh dunia.

Hanya Manchester United yang bisa menyaingi dua klub Spanyol tersebut dalam hal pendapatan dari sponsor teknis, berkat jumlah kaos yang mereka jual secara global.

Klub sepak bola di seluruh dunia juga menjalin kesepakatan dengan perusahaan yang terkait langsung dengan kepemilikan klub.


Di Italia, misalnya, klub seperti Juventus, Fiorentina, dan Sassuolo telah menjalin kemitraan sponsorship dengan perusahaan yang memiliki hubungan erat dengan kepemilikan klub.

Contohnya, Jeep, yang dimiliki oleh induk perusahaan Agnellis, Exor, terlihat di seragam Juventus. Ini adalah cara yang sah untuk klub memaksimalkan pendapatan mereka, asalkan jumlah sponsorship tidak melebihi persentase tertentu dari pendapatan klub.

Di Perancis, Paris Saint-Germain (PSG) menjadi salah satu contoh sukses dalam strategi sponsorship kaos. PSG memiliki sponsorship dari Qatar Airways, yang dimiliki oleh negara Qatar, sama seperti klub itu sendiri yang merupakan anak perusahaan dari Qatar Investment Authority (QAI).

Namun, PSG juga berhasil menjalin perjanjian yang menguntungkan dengan Nike senilai 80 juta euro, dan lini pakaian mereka, terutama melalui Air Jordan, sangat diminati oleh para penggemar.

Sementara itu, klub-klub Inggris seperti Manchester United dan Manchester City tidak ketinggalan dalam persaingan sponsorship.

Manchester United, mulai musim depan, akan menggantikan sponsor Team Viewer dengan Qualcom Technologies (diwakili sebagai Snapdragon) di seragam mereka. Ini adalah kesepakatan bersejarah yang akan memberi mereka pendapatan lebih dari 170 juta euro per tahun.

Sementara Manchester City akan terus mendapat penghasilan yang lebih besar dari iklan di bagian depan seragam mereka, meskipun sponsor mereka, Etihad Airways, berasal dari Uni Emirat Arab, yang juga memiliki kepemilikan klub tersebut.

Namun, ada juga klub yang belum menemukan sponsor utama untuk musim yang akan datang, seperti Chelsea. Klub ini sedang aktif dalam mencari kesepakatan yang lebih menguntungkan untuk mematuhi Financial Fair Play mengingat investasi besar di pasar. Pemilik klub, Todd Boehly, tengah berupaya menegosiasikan sponsorship yang akan memberikan dampak positif pada keuangan klub.

Sementara itu, Atletico Madrid tampaknya telah menemukan sponsor yang cocok dalam bentuk Riyadh Air, sebuah maskapai penerbangan Timur Tengah. Kesepakatan ini diharapkan bernilai sekitar 60 juta euro, menunjukkan potensi besar dalam menggandakan pendapatan klub melalui sponsorship kaos.

Dalam dunia sepak bola yang terus berubah, klub-klub terus berinovasi dalam upaya untuk memaksimalkan pendapatan mereka dan tetap kompetitif di tingkat tertinggi.(mrc)

Editor : Admin Padek
#Iklan di Jersey Sepak Bola #Pendapatan Sponsor Real Madrid #barcelona #Bisnis Kaos Sepak Bola #real madrid