Gol dari Robert Lewandowski pada menit ke-59 dan penyelesaian Lamine Yamal di masa tambahan waktu membuktikan kelas Barcelona. Kemenangan ini semakin membangkitkan semangat tim Catalan menghadapi rival abadi, Real Madrid.
Keduanya akan saling berhadapan untuk kedua kalinya musim ini, setelah sebelumnya bermain imbang 2-2 di La Liga pada bulan Oktober.
Sementara itu, Real Madrid mencapai final Supercopa de Espana setelah pertarungan dramatis melawan Atletico Madrid yang berakhir dengan skor 5-3 dalam perpanjangan waktu di Al-Awwal Park, Riyadh, Kamis (11/1/2024) dini hari WIB.
Meski Atletico hampir mengamankan tempat di final, gol penyelamat dari Dani Carvajal membawa hasil imbang 3-3, memaksa pertandingan berlanjut hingga perpanjangan waktu. Gol dari Joselu dan Brahim Diaz akhirnya memastikan kemenangan 5-3 untuk Real Madrid.
Sejarah Pertemuan di Final
Dikutip dari Marca, Los Merengues dan Los Cules sudah pernah bertemu dalam delapan edisi Piala Super Spanyol sebelumnya, tujuh kali dalam format dua leg dan satu kali dalam format empat besar.
Dari delapan pertandingan tersebut, Real Madrid mendominasi lawannya dengan meraih kemenangan sebanyak tujuh kali dan hanya kalah satu kali tahun 2012.
Pertemuan pertama keduanya di final tahun 1988, saat Real Madrid mengalahkan Barcelona 2-0 di Estadio Santiago Bernabeu.
Tahun 2018 merupakan kali terakhir digelar dengan format kandang-tandang, tanpa babak semifinal, sekaligus menjadi tahun terakhir dimainkan di wilayah Spanyol. Saat itu, Real Madrid berjaya dengan kemenangan agregat 5-1 dengan memenangi kedua legnya, 3-1 di Camp Nou dan 2-0 di Bernabeu.
Ambisi Barca dan Madrid
Direktur Olahraga FC Barcelona Deco menyampaikan ambisi tinggi timnya untuk meraih tropi di final Piala Super Spanyol melawan Real Madrid serta tropi lainnya. "Kami ingin memenangkan Piala Super dan kemudian berjuang untuk liga, Copa del Rey, dan Liga Champions," tambahnya.
Menurutnya, selalu istimewa bermain melawan Real Madrid yang dalam performa bagus dan bermain sangat baik di semifinal melawan Atlético. Tapi, Deco menyampaikan timnya juga telah bermain bagus melawan Osasuna. “Kami berada di momen penting dan kami harus aman dalam cara bermain kami," kata mantan pemain internasional Portugal kelahiran Brasil ini.
Namun demikian, ada catatan terkait cedera yang dialami Raphinha. “Ini sangat menuntut dan sayang sekali kehilangan Raphinha, tetapi kami memiliki Pedri kembali," tandasnya.
Tak mau kalah, Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti juga menyampaikan optimisme dan kepercayaan diri timnya bisa mengalahkan Barcelona dan meraih tropi di final. Apalagi skuadnya dalam kondisi yang baik dan siap menghadapi laga krusial ini.
"Tim bekerja dengan baik, merasa termotivasi. Kami selangkah lagi dari trofi pertama musim ini," tambah Ancelotti.
Dia menegaskan semangat dan motivasi tinggi ada di dalam tim. "Kami akan mencoba melakukan apa yang harus kami lakukan, yaitu mencoba memenangkan final. Selalu menyenangkan untuk mempersiapkan pertandingan seperti ini. Semua orang bisa melihatnya dan ini akan menjadi tontonan yang luar biasa," lanjutnya.(*) Editor : Admin Padek