Pertandingan berjalan dengan ketat seperti biasa terjadi dalam Derby della Capitale. Mancini menjadi pembeda di laga ini setelah sundulan kepalanya memastikan kemenangan pertama bagi pelatih anyar Roma, Daniele De Rossi, dalam derby pertamanya.
De Rossi selaku pelatih Roma langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal. Hal ini terlihat dari tendangan bebas Leandro Paredes yang mengarah ke gawang Lazio pada menit pertama.
Kapten Lazio, Ciro Immobile sempat mengancam gawang Roma melalui tendangan kaki kanan, tapi bola masih melebar tipis. Di sisi lain, tendangan Diego Llorente juga belum membuahkan hasil.
Peluang untuk Giallorossi tercipta melalui tendangan jarak jauh Lorenzo Pellegrini dan sundulan jarak dekat Zeki Celik yang keduanya gagal berbuah gol.
Akhirnya gol yang ditunggu Roma datang sebelum jeda. Sundulan kepala Gianluca Mancini ke gawang Christos Mandas tercipta setelah memanfaatkan umpan tendangan bebas Paulo Dybala.
Di babak kedua, Roma nyaris menambah keunggulan melalui tendangan bebas Pellegrini dan sundulan Stephan El Shaarawy. Romelu Lukaku juga nyaris mencetak gol namun bola masih melebar.
Lazio sempat memiliki asa untuk menyamakan kedudukan melalui gol Daichi Kamada, namun pemain asal Jepang tersebut dinyatakan offside setelah menerima umpan terobosan dari Matteo Guendouzi.
Suasana memanas jelang akhir pertandingan akibat adu mulut antara Guendouzi dan Dybala, namun Roma berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.
"Senang sekali! Derby dimenangkan setelah sekian lama, dengan gol yang saya cetak. Saya rindu perasaan ini. Saya pria paling bahagia di dunia," ungkap Gianluca Mancini usai pertandingan.
Dia juga mengapresiasi dukungan dari para suporter Roma. "Kami sudah lama tidak menang, dan para fans pantas mendapatkannya. Bahkan ketika kami tersingkir dari Coppa Italia, mereka selalu ada untuk kami. Gol tersebut membuat saya bahagia. Penting untuk menang demi liga dan pendukung Roma," tambahnya.
Kemenangan ini melanjutkan tren positif Roma yang tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan liga terakhir, dan mengukuhkan posisi di peringkat kelima klasemen Serie A. Mereka masih memiliki asa untuk lolos ke Liga Champions musim depan.
Sementara kekalahan membuat Lazio semakin jauh dari zona Eropa. Mereka gagal bangkit dari kekalahan di semifinal Coppa Italia dari Juventus. Lazio tercatat telah kalah enam dari tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi. Rekor empat pertandingan tak terkalahkan Biancocelesti melawan rival mereka di derby edisi ke-183 inipun juga berakhir.(*)