Pertandingan ini menjadi ujian mental bagi Juventus dan kesempatan emas bagi Galatasaray untuk kembali ke fase 16 besar Liga Champions setelah lebih dari satu dekade.
Tertinggal tiga gol setelah kalah 5-2 pada leg pertama, Juventus masuk ke laga ini dengan catatan tanpa kemenangan dalam lima pertandingan terakhir yang mencakup empat kekalahan.
Pelatih Juventus Luciano Spalletti sebelum pertandingan menegaskan bahwa laga ini membutuhkan performa yang melampaui pertandingan biasa.
"Ini adalah perasaan yang muncul pada malam-malam besar, dalam pertandingan yang tidak biasa, yang tidak normal,” ujar Spalletti kepada Prime Video.
Menurutnya, performa luar biasa dibutuhkan di laga ini yang dibangun dengan kualitas seluruh tim secara seimbang, bukan hanya dari pergerakan satu pemain saja.
Galatasaray Bawa Keunggulan Besar dari Leg Pertama
Pada pertemuan pertama pekan lalu, kedua tim bermain imbang 1-1 saat turun minum melalui gol Gabriel Sara dan Teun Koopmeiners.
Namun, babak kedua menjadi milik tim tuan rumah. Noa Lang mencetak dua gol tambahan, sementara Davinson Sanchez dan Sacha Boey menambah dua gol lainnya untuk memastikan kemenangan 5-2.
Kemenangan itu membuat Galatasaray datang ke Turin dengan percaya diri tinggi. Tim asuhan Okan Buruk menargetkan lolos ke babak 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2014.
Meski begitu, Galatasaray baru saja kalah 0-2 dari Konyaspor pada akhir pekan. Kekalahan tersebut terjadi ketika Okan Buruk melakukan rotasi besar dalam skuat.
Tren Kedua Tim Jelang Duel Penentuan
Sementara itu Juventus tidak hanya tertinggal agregat, tapi juga berurusan dengan rekor sejarah yang tidak berpihak pada mereka.
Juventus tidak pernah berhasil membalikkan defisit tiga gol sepanjang keikutsertaan mereka di Liga Champions.
Selain itu, Juventus hanya memenangkan satu dari tujuh pertemuan terakhir melawan Galatasaray, serta tanpa kemenangan dalam lima pertandingan kompetitif terkini.
Sementara itu, Galatasaray menunjukkan efektivitas serangan dalam beberapa laga terakhir di Liga Champions.
Dalam tiga pertandingan terakhir, mereka selalu mencetak gol dalam 15 menit pertama. Konsistensi itu menjadi modal penting menghadapi laga penentuan di Turin.
Di sisi pertahanan, Galatasaray hanya sekali kalah dengan margin tiga gol atau lebih dalam 27 pertandingan tandang kompetitif terakhir mereka. Statistik tersebut menjadi indikator kuatnya performa saat bermain di luar kandang.
Galatasaray juga mendapat dorongan dengan kondisi penyerang yang kembali bugar. Victor Osimhen siap tampil setelah mengalami masalah ringan pada lutut, dan memberi tambahan opsi serangan bagi tim tamu.
Tugas Berat Juventus dan Keuntungan Galatasaray
Juventus membutuhkan tiga gol tanpa balas untuk menyamakan agregat dan memperpanjang harapan.
Empat dari lima laga kandang terakhir Juventus memperlihatkan salah satu tim mencatatkan nirbobol, dan menunjukkan ketatnya pertandingan di Turin dalam beberapa pekan terakhir.
Di sisi lain, efektivitas lini depan Galatasaray serta ketahanan dalam pertandingan tandang memberikan keuntungan tambahan. Dengan keunggulan 5-2, mereka hanya perlu menghindari kekalahan besar untuk mengamankan tempat di babak berikutnya.(*)
Susunan Pemain Juventus vs Galatasaray
Juventus: Perin; Kalulu, Gatti, Kelly, McKennie; Thuram, Locatelli, Koopmeiners; Conceicao, David, Yildiz.
Galatasaray: Cakir; Sallai, Sanchez, Bardakci, Jakobs; Torreira, Lemina; Yilmaz, Sara, Lang; Osimhen.
Editor : Heri Sugiarto