Keikutsertaan pelari binaan Kota Padang itu menjadi ajang evaluasi performa sekaligus persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Lomba ini juga diikuti sejumlah pelari elite dunia dalam seri World Marathon Majors.
Pada penampilan sebelumnya di Sydney Marathon, Iqbal membukukan waktu 2 jam 28 menit 08 detik. Catatan tersebut menjadi dasar target perbaikan waktu di Tokyo.
“Saya ingin membuktikan diri bisa lebih baik dari catatan waktu di Sydney. Target utama tentu memperbaiki personal best dan menembus waktu yang lebih kompetitif,” kata Iqbal, Rabu (25/2/2026).
Pelari kelahiran 1999 asal Sawahlunto itu kini memperkuat kontingen Padang. Ia menyebut persaingan akan ketat karena banyak atlet elite internasional turut ambil bagian.
Dari Indonesia, turut berpartisipasi pelari nasional Agus Prayogo serta dua atlet dari tim ASICS.
Iqbal menegaskan fokusnya bukan podium, melainkan peningkatan performa individu. Ia menilai pengalaman bertanding di ajang kelas dunia penting untuk mengukur kesiapan fisik dan strategi lomba.
“Peluang juara memang berat karena atlet elite dunia pasti mendominasi. Tapi saya fokus pada peningkatan performa sendiri. Ini jadi tolok ukur penting dalam persiapan jangka panjang menuju PON 2028,” ujarnya.
Iqbal berangkat dengan dukungan sponsor Pocari Sweat dan menjadi duta merek produk olahraga tersebut. Dukungan itu diharapkan membantu kesiapan bertanding di level internasional.
Pelatihnya, Andri, menyebut partisipasi di Tokyo sebagai langkah strategis pembinaan atlet daerah. Menurutnya, atmosfer kompetisi global dapat meningkatkan mental bertanding dan daya tahan.
“Target realistis kami adalah perbaikan waktu. Kalau bisa mendekati atau bahkan menembus di bawah 2 jam 27 menit, itu sudah progres sangat baik,” kata Andri.
Saat ini Iqbal tercatat sebagai atlet binaan Kota Padang dan KONI Sumbar. Hasil di Tokyo akan menjadi bahan evaluasi program latihan empat tahun ke depan.
Partisipasi tersebut diharapkan memberi pengalaman internasional sekaligus meningkatkan peluang prestasi Sumatera Barat pada agenda nasional mendatang.(*)
Editor : Hendra Efison