
Penulis : Dewi Anggraini - Ketua Progam Studi S1 Ilmu Politik Unand/ Peneliti pada Pusat Kajian Agraria dan Keadilan Lingkungan (CAEJ) FISIP Unand
Tragedi meninggalnya sembilan penambang emas ilegal di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak.
Peristiwa ini tidak boleh hanya dibaca sebagai kecelakaan kerja di lubang tambang, tetapi merupakan gejala dari persoalan yang lebih besar, yaitu lemahnya tata kelola pertambangan rakyat, menguatnya praktik rente, dan munculnya kekuasaan informal yang bekerja di balik aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Persoalan PETI tidak hanya terjadi di satu daerah. Ada beberapa daerah di Sumatera Barat yang aktivitas pertambangan emas ilegalnya merajalela, seperti Kabupaten Dharmasraya, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Pasaman, dan Pasaman Barat.
Di daerah tersebut, aktivitas tambang emas ilegal telah menjadi bagian dari realitas sosial, ekonomi, dan politik lokal.
Keberadaan aktivitas PETI menghadirkan paradoks antara kebutuhan hidup dan ekonomi masyarakat lokal versus lemahnya pengawasan negara, tingginya nilai ekonomi emas, serta adanya aktor-aktor yang memperoleh keuntungan dari situasi ilegal tersebut.
Selama ini, PETI sering dijelaskan sebagai aktivitas masyarakat kecil yang mencari nafkah. Penjelasan ini memang memiliki dasar.
Banyak penambang masuk ke lubang tambang karena tekanan ekonomi, keterbatasan lapangan kerja, dan sulitnya akses terhadap sumber pendapatan yang layak. Mereka bekerja dengan risiko tinggi, tanpa perlindungan keselamatan, tanpa jaminan kesehatan, dan tanpa kepastian hukum.
Namun, menjelaskan PETI hanya sebagai persoalan kemiskinan jelas tidak cukup. Jika PETI hanya dilakukan oleh masyarakat kecil secara spontan, maka aktivitas ini seharusnya mudah dihentikan melalui penertiban biasa.
Faktanya, PETI terus berulang, berpindah lokasi, bahkan dalam beberapa kasus dapat beroperasi cukup lama dengan menggunakan peralatan yang lebih canggih seperti ekskavator dan mesin dompeng.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




