Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sepekan Jelang Ramadan, Harga Cabai dan Bawang di Pasar Raya Padang Masih Stabil

M
Penulis: Mengki Kurniawan❯

Salah seorang pedagang cabai merah di Pasar Raya Padang, Senin (9/2/2026).
Salah seorang pedagang cabai merah di Pasar Raya Padang, Senin (9/2/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—Sepekan menjelang masuknya bulan suci Ramadan, harga sejumlah komoditas pangan utama, khususnya cabai dan bawang, di Pasar Raya Padang terpantau belum mengalami kenaikan signifikan, Senin (9/2/2026).


Advertisement

Meski permintaan masyarakat mulai menunjukkan peningkatan secara bertahap, ketersediaan stok yang melimpah dari berbagai daerah pemasok seperti Aceh, Jawa, dan Kerinci membuat harga tetap terkendali dan relatif stabil.

Salah seorang pedagang, Rois (34), mengatakan kondisi harga saat ini masih tergolong aman dan bersahabat bagi konsumen.

“Untuk saat ini, harga-harga masih cenderung stabil. Belum ada lonjakan yang berarti seminggu jelang masuknya bulan puasa ini,” ujar Rois.

Advertisement

Daftar Harga Cabai dan Bawang Terkini

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga beberapa komoditas utama di Pasar Raya Padang saat ini berada pada kisaran berikut:

  • Cabai merah: Rp38.000–Rp40.000 per kilogram
  • Cabai hijau: Rp30.000 per kilogram
  • Cabai rawit: Rp38.000 per kilogram
  • Bawang merah: Rp30.000–Rp38.000 per kilogram
  • Bawang putih: Rp32.000 per kilogram

Menurut Rois, harga bawang merah bersifat variatif dan sangat bergantung pada kualitas serta ukuran.

“Kalau bawang merah itu harganya tergantung kualitas. Ada yang Rp30 ribu, ada juga Rp38 ribu kalau kualitasnya super dan ukurannya besar-besar. Sedangkan bawang putih relatif merata di angka Rp32 ribu per kilogram,” jelasnya.

Advertisement

Pasokan Dipastikan Aman dan Lancar

Dari sisi ketersediaan, para pedagang memastikan pasokan logistik masih berjalan normal dan tidak mengalami kendala berarti. Distribusi komoditas datang setiap hari dari daerah sentra produksi.

“Pasokan aman, setiap hari selalu datang dari Aceh, Jawa, dan juga Kerinci. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan barang di pasar karena stoknya melimpah,” tambah Rois.

Harga Masih Berpotensi Bergerak

Meski kondisi pasar saat ini relatif stabil, Rois mengingatkan bahwa harga komoditas bersifat dinamis, terutama saat Ramadan telah dimulai dan permintaan meningkat tajam.

“Harga sekarang memang stabil, tapi saya belum bisa pastikan bagaimana ke depan. Bisa saja tetap stabil atau justru naik saat sudah masuk bulan puasa. Kita lihat saja nanti kondisi pasar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pola belanja masyarakat yang kerap berubah saat stok mulai menipis. “Kadang pembeli justru ramai mencari barang saat stoknya sedang kurang atau kosong. Kalau barang melimpah, peminatnya malah biasa saja,” pungkas Rois.

Harapan Pengawasan dari Pemerintah

Menjelang Ramadan, masyarakat berharap pemerintah kota terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan distribusi pangan, guna mencegah praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang dapat memicu kenaikan harga dan memberatkan ekonomi warga. (cr3)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Di Balik Harga Cabai, Ada Biaya Perawatan yang Tak Sedikit

Di Balik Harga Cabai, Ada Biaya Perawatan yang Tak Sedikit

Petani cabai di Limapuluh Kota mengeluarkan jutaan rupiah untuk plastik, pupuk, dan racun tanaman demi menjaga produktivitas serta pendapata

Harga Cabai di Pasaman Barat Naik, Satu Karung Kini Bisa Tiga Hari Baru Habis

Harga Cabai di Pasaman Barat Naik, Satu Karung Kini Bisa Tiga Hari Baru Habis

Harga cabai merah di Pasaman Barat naik menjadi Rp70 ribu per kilogram, membuat penjualan pedagang melambat dan pembeli mengurangi belanja.

Payung Tua dan Jarum Jahit, Tukang Sol Sepatu Bertahan Hidup di Pasar Raya Padang

Payung Tua dan Jarum Jahit, Tukang Sol Sepatu Bertahan Hidup di Pasar Raya Padang

tukang sol berusia 62 tahun di Pasar Raya Padang, bertahan mencari nafkah meski kehilangan lapak dan penghasilannya tak menentu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer